Juru bicara Mabes Polri, Boy Rafli Amar. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Indonesia membenarkan Polda Metro Jaya telah menangkap delapan orang yang diduga terkait makar.

Penangkapan dilakukan di beberapa tempat berbeda.

Juru bicara Mabes Polri, Boy Rafli Amar mengatakan saat ini para tokoh itu sedang diperiksa di Polda Metro Jaya.

"Sedang dalam pemeriksaan, nanti kita sampaikan seperti apa," kata Boy Rafli Amar di Kawasan Monumen Nasional, Jumat (2/12/16).

Boy Rafli menegaskan, penangkapan ini tidak terkait aksi di kawasan Monas, pada 2 Desember hari ini, yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

"Ngga, ini beda," tegasnya.

Baca: Reaksi Jokowi soal Kabar Penangkapan 8 Tokoh Makar  

Berikut delapan orang yang ditangkap dan kini diperiksa Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya:

1. Musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Ditangkap di Hotel Sari Pan Pasifik, pada 1 Desember. Dikenai pasal 207 KUHP (penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum).
2. Eko Suryo Santjojo, pengurus Partai Pelopor, ditangkap di rumahnya Perum Bekasi Selatan. Dikenai pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).
3. Adityawarman (Brigjen TNI Purnawirawan, eks Staf Ahli Panglima TNI) ditangkap di rumahnya. Dikenakan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).
4. Kivlan Zein (purnawirawan TNI, eks Kepala Staf Kostrad), ditangkap di rumahnya Komplek Gading Griya Lestari Blok H1-15 Jalan Pegangsaan Dua. Dikenakan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).
5. Firza Husein (Solidaritas Sahabat Cendana), ditangkap di Hotel Sari Pan Pasific. Dikenakan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).
6. Racmawati Soekarnoputri ditangkap di rumahnya. pukul 05.00 WIB.
7. Ratna Sarumpaet, aktivis, ditangkap di rumahnya pukul 05.00 WIB.
8. Sri Bintang Pamungkas, aktivis ditangkap di rumahnya di Cibubur.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet dan sejumlah orang menggelar konferensi pers. Mereka menyatakan berencana mendatangi MPR pada hari Jumat (2/12/2016) siang untuk mendesak digelarnya Sidang Istimewa MPR. Selain delapan orang itu, ada juga nama politisi Lily Wahid, Syarwan Hamid, Hatta Taliwang dan sejumlah orang lain.

Menurut rencana, mereka akan mengajak massa aksi 2 Desember di Monas bergerak menuju ke gedung MPR.

Sri Bintang Pamungkas menyatakan mereka sudah sepakat menginginkan adanya perubahan pergantian rezim dan sistem pemerintahan. Mereka mengatasnamakan 'people power Indonesia'. Mereka mendesak agar MPR mencabut mandat yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 

Editor: Agus Luqman  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!