Latihan Perdana Vietnam di Pakansari

Kapten Timnas Vietnam Le Chong Vinh berlatih terpisah

Kamis, 01 Des 2016 19:02 WIB

Latihan perdana timnas Vietnam jelang lawan timnas Indonesia di stadion Pakansari (Foto: Rafik M./KBR)

KBR, Bogor- Timnas Vietnam melakukan latihan perdana di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (01/12) sore. Namun mereka tidak bisa menggunakan lapangan utama, lantaran tengah dilakukan persiapan untuk laga besok.

Pada kesempatan latihan sore tadi, tim asuhan Nguyen Huu Thang ini hanya melakukan latihan disisipi dengan pematangan passing dan akurasi tendangan bebas. Terlihat salah satu pemain andalan mereka yang bermain di Liga Jepang, Nguyen Cong Phuong melakukan latihan tedangan bola mati. Sementara kapten Timnas Vietnam Le Chong Vinh latihan terpisah di bawah arahan asisten pelatih.

Timnas Vietnam sengaja datang lebih awal untuk beradaptasi dengan cuaca.  Tim berjuluk The Golden Stars ini, dijadwalkan baru akan mencoba lapangan utama Pakansari Jumat sore. Sejam sebelum Timnas Indonesia.

Laga sendiri akan dilangsungkan pada Sabtu 3 Desember. Dan empat hari berselang, Vietnam berganti menjadi tuan rumah di Hanoi.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi