Jepang Minati Investasi Perikanan di Pulau Terluar

"Air dinginnya itu bisa dijadikan tempat budidaya, misalkan di sekitar situ ada KJA untuk air dalam, karena air dingin itu bagus untuk budidaya tuna,"

Jumat, 09 Des 2016 19:48 WIB

Ilustrasi: Tangkapan ikan tuna di pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta-   Jepang berminat untuk menanamkan modal  di bidang budidaya dan teknologi perikanan di Indonesia. Investasi tersebut rencananya ditanamkan di tiga lokasi terluar, yakni Morotai, Sabang dan Natuna.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, Jepang akan mengembangkan teknologi Deep Sea Water dan juga budidaya ikan tuna.

"Deep Sea Water itu kan menggunakan air dingin dari dalam dipompa ke atas. Perbedaan temperatur ini menjadi listrik. Air dingin yang ke atas tetap diputar begitu aja. Air dinginnya itu bisa dijadikan tempat budidaya, misalkan di sekitar situ ada KJA (keramba jaring apung) untuk air dalam, karena air dingin itu bagus untuk budidaya tuna," kata Brahmantya di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (09/12/16).

Namun Brahmatya belum bisa memastikan apakah Indonesia mendapat proyek ini atau tidak. Karena proyek dari Jepang ini diberikan melalui proses seleksi yang diikuti banyak Negara.

"Kita masih berkomunikasi secara Government to Government," ujar Brahmantya.

Brahmatya berharap, Jepang mau menanamkan modalnya untuk Indonesia dalam pengembangan teknologi Deep Sea Water ini. Ia mengatakan, banyak sekali Negara yang menginginkan teknologi tersebut.

"Mudah-mudahan awal tahun depan sudah business matching dan lain-lain," kata Brahmantya.

Jepang merupakan mitra bisnis terbesar Indonesia di bidang perikanan. Sebagian besar produksi ikan dalam negeri diekspor ke negara sakura tersebut. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.