INTERMEZO: Salju Pun Turun di Gurun Sahara

Fotografer lepas asal Aljazair, Karim Bouchetata terkejut melihat pemandangan luar biasa, dimana pasir gurun sahara tertutup salju yang mirip dengan tepung putih di atas lapisan kue merah.

Kamis, 22 Des 2016 15:39 WIB

Foto salju di gurun Sahara, di wilayah Ain Sefra, Aljazair. (Foto: Karim Bouchetata/Facebook)

KBR - Fenomena langka terjadi di Gurun Sahara, salah satu gurun terpanas di dunia yang berada di kawasan utara Afrika. Di salah satu wilayah di gurun itu, yaitu Aint Sefra, yang berada di Aljazair, diguyur salju putih di atas lapisan pasir berwarna oranye yang kering.

Turunnya salju di Gurun Sahara itu terekam fotografer hobi asal Aljazair, Karim Bouchetata, pada 19 Desember lalu. Ini merupakan kejadian langka, karena salju terakhir yang turun di Sahara terjadi pada 18 Februari 1979 atau 37 tahun lalu.

Karim Bouchetata berada di Gurun Sahara untuk pembuatan foto poster. Bersama beberapa temannya Karim terkejut melihat pemandangan luar biasa, dimana pasir gurun sahara tertutup salju yang mirip dengan tepung putih di atas lapisan kue merah.

"Semua orang takjub melihat salju turun di gurun. Ini kejadian yang langka. Terlihat mengagumkan, salju bertebaran di pasir dan menjadi lokasi yang hebat untuk foto," kata Karim ketika mempublikasikan memuat foto-foto menakjubkan di Facebooknya.

Karim Bouchetata mengambil foto itu pada Senin lalu, lapisan salju itu kemudian tidak bertahan lama.

"Salju itu bertahan sekitar sehari dan selanjutnya mencair," kata Karim.

Ain Sefra berada di ketinggian sekitar seribu meter di atas permukaan laut dan dikelilingi Pegunungan Atlas. Ain Sefra disebut sebagai salah satu pintu masuk menuju gurun Sahara yang memiliki luas lebih dari sembilan juta kilometer persegi. Ini merupakan gurun panas dengan area terluas di dunia.

Gurun ini juga disebut sebagai gurun paling kering, dan salah satu yang terpanas di dunia. Suhu di gurun ini bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Para ahli cuaca di stasiun cuaca Weather Channel menyebut turunnya salju di gurun Sahara itu merupakan kejadian yang mungkin turun sekali dalam 10 tahun. Salju kemungkinan turun karena adanya dorongan angin kutub dari arah Mediterania terdorong melewati Pegunungan Atlas dekat pesisir Aljazair.

"Meskipun udara kering dan penguapan sangat ekstrem, di musim dingin garis kutub dari Mediterania bisa tiba-tiba menghasilkan hujan, dan dalam kasus ini menjadi salju," kata Kait Parker, ahli cuaca dari Weather.com.

Salju di Gurun Sahara sebetulnya bukan hal yang aneh. Pada 2005 dan 2012, salah satu bagian di Sahara juga terkena lapisan salju. Namun, di Ain Sefra, ini kejadian pertama sejak 1979.

Meski begitu tidak sedikit yang meragukan foto Karim tersebut. Namun, data satelit dari Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menunjukkan memang ada salju di kawasan gurun Sahara di Ain Sefra Aljazair. (UPI/CNN/RT/NBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!