Ini Rencana Menhub soal Reformasi Pelabuhan Ketapang

Budi Karya menuturkan, pergerakan barang dari Jawa Timur menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali melalui pelabuhan Ketapang kian bertambah.

Sabtu, 31 Des 2016 22:35 WIB

Sejumlah penumpang memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Banyuwangi - Kementerian Perhubungan akan mengubah sistem angkut di pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kelak kapal angkut logistik yang melewati pelabuhan ini akan dibatasi. Dan, akan lebih mengutakaman kapal fery yang mengangkut penumpang.

Sehingga, akses wisatawan dari dan menuju Bali yang melewati pelabuhan inipun lebih nyaman.

"Seperti Ketapang itu kita ingin sekali untuk menertibkan angkutan barang dan angkutan penumpang itu bagaimana. Sekarang ini angkutan barang sudah overload," jelas Budi Karya Sumadi di Banyuwangi, Sabtu (31/12/2016).

"Oleh karenanya kita akan tata, ada sebagian yang langsung dari Surabaya menuju Bali dan menuju Lombok. Sedangkan yang di sini tetap ada tapi penumpang akan diutamakan," lanjutnya.

Budi Karya menuturkan, pergerakan barang dari Jawa Timur menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali melalui pelabuhan Ketapang kian bertambah. Dan menyebabkan Bali banyak dilewati angkutan barang menuju Nusa Tenggara Barat. Akibatnya daya tampung pelabuhan pun melebih batas.

Itu sebab, dibutuhkan reformasi sistem angkut di Pelabuhan Ketapang misal dengan membatasi kapal angkut barang.

Baca:

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, untuk mendukung rencana penertiban arus barang tersebut, pihaknya juga akan menertibkan tonase muatan kendaraan dengan mengambil alih kewenangan jembatan timbang dari provinsi ke pusat.

Jembatan timbang, menurutnya akan kembali ke fungsi awal. Yakni sebagai alat pegontrol dan pengendali jalan, bukan untuk mendulang pendapatan daerah.

Sementara itu, Manager Usaha ASDP Banyuwangi Ardhi Ekapati mengatakan, saat ini ada 42 kapal yang siaga setiap hari di ASDP Ketapang. Namun rata-rata yang beroperasi sekitar 35 kapal, bahkan pada musim libur panjang bisa mencapai 39 kapal.

Sedangkan jumlah kendaraan berat setiap harinya sekitar 4000 kendaraan. Namun, Ardhi mengklaim, lalu lintas ASDP tetap terkendali dan tidak pernah mengalami penumpukan baik penumpang maupun barang. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.