Dirut Citilink: Sebagai Bentuk Tanggung Jawab, Saya Mengundurkan Diri

Direktur Utama maskapai penerbangan Citilink Indonesia, Albert Burhan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Jumat, 30 Des 2016 20:57 WIB

President & CEO Citilink Albert Burhan (kanan) didampingi VP Flight Operation Citilink Capt. Fatahullah (tengah) dan VP Human Capitol Citilink Devina Veryano (kiri) memberikan klarifikasi terkait pilo

KBR, Jakarta - Direktur Utama maskapai penerbangan Citilink Indonesia, Albert Burhan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini terkait insiden pilot penerbangan QG 800 rute Surabaya-Jakarta yang diduga mabuk sebelum melakukan tugas.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri. Biar nanti pemegang saham yang yang memutuskan. Ini sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden ini," kata Albert di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Ia mengaku, pengunduran diri itu baru disampaikan secara lisan. Sebagai pemimpin perusahaan, Albert merasa harus bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

Atas kejadian ini pula, manajemen Citilink akhirnya memutuskan untuk memecat pilot mereka, Kapten Tekad Purna Agniamartanto. Pilot berusia 28 tahun itu terbukti melakukan pelanggaran berat.

Baca:

Pilot penerbangan QG 800 ini dinilai tak profesional lantaran mengabaikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan. Sehingga selain membahayakan penumpang, pilot juga menimbulkan citra buruk bagi maskapai penerbangan.

"Akibatnya nama baik perusahaan penerbangan juga menjadi negatif," kata Presiden dan CEO Citilink Indonesia Albert Burhan.

Namun begitu, manajemen Citilink masih tetap menunggu hasil uji Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Psikologis.

Sejumlah penumpang pesawat Citilink sebelumnya memprotes maskapai penerbangan itu, dalam proses keberangkatan pesawat dari Surabaya menuju Jakarta, pada Rabu (28/12/2016) lalu. Para penumpang curiga, pilot yang akan menerbangkan pesawat dalam kondisi mabuk sehingga mereka meminta ganti pilot lain.

Insiden ini mengakibatkan pesawat rute Surabaya-Jakarta itu terlambat terbang. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.