Dilewati Puluhan ABG, Jembatan Apung di Kampung Laut Cilacap Patah dan Ambruk

Sejumlah warga naik ke jembatan tersebut saat tidak ada penjaga di jembatan apung. Padahal jembatan apung itu sebetulnya belum siap dilintasi, baik pejalan kai maupun kendaraan roda dua.

Kamis, 01 Des 2016 17:51 WIB

Jembatan apung di Kampung Laut Cilacap ambruk saat dilewati puluhan pelajar, Kamis (1/12). Sejumlah nelayan mengevakuasi pelajar yang masih ada di jembatan atau di dalam sungai. (Foto: Kustoro/KBR.ID)


KBR, Cilacap – Jembatan apung Kampung Laut Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, patah dan ambruk menjadi dua bagian di Dermaga Motean Desa Ujung Alang, pada Kamis (1/12/2016) siang.

Pimpinan Proyek Jembatan Apung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Nazieb Faizal mengatakan jembatan apung itu sebetulnya belum siap dilintasi, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua. Sebab, pagi tadi ada sejumlah elemen yang dilepas. Lagi pula, jembatan ini masih dalam tahap pemasangan (setting) dan konstruksi.

Namun, kata Nazieb Faizal, sejumlah warga naik ke jembatan tersebut saat tidak ada penjaga di jembatan apung. Akhirnya jembatan tidak kuat menahan beban, saat puluhan orang itu berdiri di atas jembatan tersebut secara bersamaan.

Baca: Jembatan Apung Pertama di Indonesia Siap Dipasang di Cilacap    

Nazieb mengaku baru mendapat informasi tersebut pada Kamis siang, pukul 13.00 WIB dari Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu. 

Saat ini dia mengaku sedang berada di Bandung dan segera meluncur ke kembali ke Kampung Laut. Dia menadaskan akan segera memperbaiki kerusakan dan akan segera men-setting up kembali jembatan apung ini.

"Itu sebetulnya sedang setting up, jadi belum siap. Masih setting posisi dan pemasangan-pemasangan. Saya mendapat informasi dari Pak Camat, katanya dinaikin warga. Padahal, belum siap dinaikin, masih ada yang dilepas begitu tadi itu. Kita akan memperbaiki. Jadi informasi tadi pagi ada yang dilepas. Mungkin benar juga ada yang kecebur. Karena yang naik banyak," kata Nazieb Faisal, Kamis (1/12/2016).

Koordintor penarik jembatan apung, Kustoro saat dihubungi dari Cilacap mengatakan jembatan itu ambruk setelah dinaiki sekitar 25 siswa SMP. Mereka melintas dan berhenti di atas jembatan. Padahal, kata Kustoro, jembatan ini belum siap dilintasi.

"Ada sekitar 25 anak SMP dan beberapa warga yang naik ke jembatan secara bersamaan. Jembatan ambruk karena tidak kuat menahan beban. Soalnya ada batangan konstruksi yang dilepas tadi pagi," kata Kustoro.

Kustoro mengatakan sejumlah pelajar turut tercebur ke dalam sungai. Oleh nelayan setempat, pelajar yang tenggelam di sungai itu segera diselamatkan. Kustoro mengatakan tidak ada korban dalam insiden ini.

Jembatan apung Kampung Laut dibangun sejak 2015. Pada 6 November lalu, jembatan apung ditarik ke tempat pemasangan dari Majingklak, Pangandaran ke Dermaga Motean, Kampung Laut, Cilacap. Direncanakan, jembatan apung ini akan diresmikan pada 1 Desember 2016 ini. Namun, lantaran sejumlah kendala, peresmian terpaksa diundur.

Baca: Jembatan Apung Pertama di Indonesia Bakal Diresmikan Menteri PU 1 Desember   

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sidang Korupsi e-KTP, Setya Novanto Mengaku Sakit

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2018, PT KAI Daop 3 Cirebon Siapkan Kereta Tambahan
  • Kim Jong-un Sesumbar Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia
  • Thailand Takkan Jalin Kerjasama Perdagangan dengan Korea Utara