Buni Yani Diperiksa terkait Pertemuan dengan Sri Bintang Pamungkas

"Intinya ada beberapa kegiatan yang dihadiri oleh Buni Yani, kita crosscheck saja," kata Argo Yuwono.

Selasa, 20 Des 2016 12:53 WIB

Buni Yani, usai diperiksa Polda Metro Jaya Jakarta pada Kamis (24/11/2016). Ia menjadi tersangka kasus dugaan penyebaran kebencian. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kepolisian Jakarta memeriksa Buni Yani sebagai saksi untuk Sri Bintang Pamungkas yang ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

Buni Yani sebelumnya merupakan tersangka dalam kasus penyebaran kebencian dan hasutan melalui media sosial, yang menjerat Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono mengatakan pemeriksaan Buni Yani dipercepat atas keinginan sendiri. Argo mengatakan sesuai jadwal seharusnya Buni diperiksa pada hari Kamis mendatang bersamaan dengan pemeriksaan musisi Ahmad Dhani Prasetyo.

"Ada Pak Buni Yani, datang. Pak Buniyani kan seharusnya diperiksa Kamis 22 Desember. Tetapi beliau hari ini sudah datang minta diperiksa. Diperiksa sebagai saksi untuk Sri Bintang Pamungkas. Materinya belum tahu, kan masih diperiksa," kata Argo Yuwono kepada KBR, Selasa (20/12/2016).


Juru bicara Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono menambahkan, pemeriksaan Buniyani terkait pertemuan-pertemuan yang dihadiri Buni Yani bersama dengan Sri Bintang Pamungkas.

"Intinya ada beberapa kegiatan yang dihadiri oleh Buni Yani, kita crosscheck saja," kata Argo Yuwono.

Sebelumnya, Buni Yani tidak menghadiri pemanggilan pertama sebagai saksi pada pekan lalu. Mestinya, Buni Yani, Permadi dan Ahmad Dhani diperiksa atau diminta keterangan terkait kasus makar dengan tersangka Sri Bintang Pamungkas.

Sri Bintang Pamungkas salah satu dari 11 tokoh dan aktivis yang dijerat dengan pasal makar dan UU ITE.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.