Ormas Keagamaan Demo Tolak KKR Natal 2016 di Gedung Sabuga Bandung

"KKR mereka mengundang juga agama lain selain Kristen. SKB tiga menteri sudah jelas bahwa sebuah keyakinan agama tidak boleh mengundang atau mengajak agama lain

Selasa, 06 Des 2016 18:11 WIB

Petugas Sabuga ITB tengah berusaha melepaskan baliho dan spanduk acara KKR Natal 2016 di Bandung, Selasa (6/12) yang ditolak oleh kelompok penentang dari ormas keagaamaan. (Foto: KBR/Arie N.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Gabungan organisasi keagamaan berunjukrasa  menolak digelarnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung.  Mereka berdalih kegiatan keagamaan harusnya digelar di gereja dan bukan di gedung atau fasilitas umum.

Menurut salah satu ketua kelompok penentang dari  Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jabar  Mohammad Roin Balad, jika fasilitas umum digunakan untuk kegiatan keagamaan dan terbuka bagi masyakat pemeluk agama   melanggar SKB tiga menteri.

"Ketika KKR mereka mengundang juga agama lain selain Kristen. Sedangkan dalam SKB tiga menteri sudah jelas bahwa sebuah keyakinan agama tidak boleh mengundang atau mengajak agama lain ke kegiatan agamanya. Apalagi dilakukan secara massive dan terbuka seperti ini," kata Mohammad Roin Balad di Bandung, Selasa (6/12).

Ketua kelompok penentang dari Dewan Dakwah Islam (DDI) Mohammad Roin Balad mengatakan dugaan adanya ajakan kepada umat agama lain saat KKR digelar yaitu berdasarkan gelaran kegiatan serupa terdahulu yang dipantaunya.

Dia mengatakan, selain itu pelaksanaan KKR Natal 2016 di Sabuga ITB tersebut penuh dengan kebohongan seperti belum adanya izin dari Kementerian Agama serta lembaga hukum lainnya dan tidak sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

"Mereka asalnya mengaku akan menggelar acara jam 18.30 WIB tapi tahunya digelar jam 13.00. Itu kan sudah berdusta," ujar Roin.

Roin juga mempertanyakan keberadaan Pendeta Steven Tong yang mengisi KKR Natal tersebut. Karena bukan tidak mungkin, Tong menggunakan izin yang lain untuk keperluan mengisi acara.

Pendemo dan penyelenggara akhirnya bersepakat   acara KKR Natal dihentikan sampai jam 15.00 WIB dan acara malam hari dibatalkan.

Perwakilan penyenggara KKR Natal 2016, Tjoeng menjelaskan  penggunaan Sabuga ITB lantaran tempat ibadah yang dimilikinya kecil dan tidak bisa menampung massa. Dia meminta maaf jika kegiatan tersebut dinilai berdampak negatif.

Berdasarkan pantauan KBR di Sabuga ITB, beberapa anggota kelompok penentang mendatangi lokasi acara pada pukul  16.30 WIB untuk mengecek janji pihak penyelenggara yang menyatakan akan membatalkan acara di malam hari.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!