Walhi Tolak Pembangunan di Kawah Ijen

Walhi beralasan etika dan konservasi

Rabu, 01 Nov 2017 15:12 WIB

Proses pembangunan sarana prasarana di puncak Gunung Kawah Ijen, Banyuwangi. (Foto : Sea Soldier Banyuwangi)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bondowoso- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, mengecam adanya proyek pembangunan sarana prasarana di Puncak Gunung Kawah Ijen, Banyuwangi. Ketua Walhi Jatim, Rere Crishtanto kepada KBR mengatakan, pembangunan tersebut meski tak menyalahi aturan namun sesuai etika dan konservasi alam merupakan tindakan tidak etis.

"Secara aturan mungkin boleh, tapi lihat lagi bagaimana dampaknya pada alam dan ekosistem di sana. Memang wilayah itu masuk Kawasan Wisata Alam, tapi segala pembangunan atau aktiftas manusia yang berdampingan dengan cagar alam harus memperhatikan aspek keselamatan biota di sana,” kata Rere, Rabu (1/11/2017).

Walhi  dengan tegas menolak segala bentuk pembangunan yang ditempatkan di Kawah Ijen termasuk rencana investor yang akan membangun kereta gantung di Kawasan Wisata Kawah Ijen.

“Kami masih ada di posisi menolak segala bentuk pembangunan yang mengubah alam untuk kepentingan apapun,” ujarnya.


(Wisatawan menyaksikan fenomena api biru di kawah ijen, Banyuwangi, foto: Antara)

Menanggapi itu, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Lestari mengatakan pembangunan sarana prasarana tersebut memang merupakan proyek yang telah lama direncanakan.  Dewi mengatakan, pembangunan dilakukan di kawasan yang berstatus Taman Wisata Alam (TWA).

"Siapa bilang tidak boleh. Itu kan Taman Wisata Alam, bukan Cagar Alam. Di sana akan kami bangun toilet, musala dan tempat istirahat untuk wisatawan," kata Ayu Dewi Utari saat dikonfirmasi KBR, Rabu (1/11/2017).

Kata  Dewi, pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata di Kawah Ijen ini menelan anggaran hingga Rp 13 miliar yang bersumber dari APBN. Proses pengerjaan terbagi menjadi beberapa tahap. Tahun ini pembangunan musala, toilet dan pendukung lain diperkirakan tuntas akhir tahun.

"Ada beberapa tahap ya, untuk tahun ini sekitar Rp 5 hingga 6 milyar untuk pembangunan dari Paltuding sampai di atas," ujarnya.

Menurut Dewi, adanya perdebatan soal pembangunan di puncak Kawah Ijen merupakan respon alami. Namun sejauh ini, tujuan Balai Besar KSDA Jatim melakukan pembangunan  untuk membuat wisatawan lebih nyaman saat berwisata ke Kawah Ijen.

Sebelumnya lini masa media sosial ramai beredar video dan foto yang diabadikan para pendaki. Video yang memperlihatkan aktivitas sejumlah pekerja membuat bangunan permanen tepat di puncak Ijen ini mendapat sorotan publik. Meski dibangun untuk kenyamanan wisatawan, banyak pengguna media sosial yang menolak adanya bangunan di puncak Kawah Ijen.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"