Tugu Antikorupsi Dikorupsi, Kejati Riau Tahan Eks Kadis PU

Penahanan dilakukan 20 hari kedepan.

Rabu, 29 Nov 2017 22:51 WIB

Ilustrasi

KBR, Riau- Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan Dwi Agus Sumarno, tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan tugu antikorupsi, Rabu (29/11/2017). Dwi merupakan bekas Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Riau.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta mengatakan penyidik juga menahan seorang tersangka lainnya berinisial YJB. Lanjut Sugeng, penahanan dilakukan di rumah tahanan selama 20 hari kedepan.

"Tersangka hari ini atas nama DAS dan YJB. Setelah dilakukan pemeriksaan, kita lakukan penahanan rutan selama 20 hari di Rutan Sialang Bungkuk (Pekanbaru, Riau-red) untuk DAS. Sedangkan untuk tersangka YJC, karena perempuan, kita titipkan di lapas Gobah," ujarnya saat diminta konfirmasi Green Radio Pekanbaru.

Total ada 18 tersangka terkait kasus ini. Dari jumlah itu, 15 diantaranya berstatus PNS dan 3 lainnya dari pihak swasta.

Tugu anti korupsi merupakan monumen yang dibangun saat Riau terpilih menjadi tuan rumah Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) pada tanggal 9 Desember 2016 lalu. Proyek pembuatan  taman ini setidaknya telah menghabiskan dana APBD Riau 2016 sebanyak Rp 8 miliar.

Taman ini diresmikan langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang disaksikan oleh Ketua KPK Agus Raharjo. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp.1,2 miliar. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.