Teroris Lintas Batas, Polri Pastikan ada WNI yang Tertangkap di Marawi

Sebelumnya Muhammad Ilham Syaputra warga Sumatera Utara diduga telah tewas di Marawi

Kamis, 02 Nov 2017 14:41 WIB

Rumah dan bangunan rusak di kota Marawi, selatan Filipina, Rabu (25/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia memastikan seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Ilham Syaputra (32) ditangkap otoritas Filipina di Marawi. Juru bicara Polri, Martinus Sitompul mengatakan, Ilham diduga sebagai teroris lintas batas yang tergabung dalam kelompok Maute di Marawi.ftf

"Diketahui bahwa salah satu yang berhasil ditangkap oleh otoritas Filipina dan termasuk dalam kelompok Maute dimana mereka ikut melakukan serangan teror dan menguasai sebagian wilayah Marawi. Diketahui yang bersangkutan adalah Warga Negara Indonesia," kata Martinus di Mabes Polri, Kamis (02/11/17).

Martinus menjelaskan, Ilham ditangkap saat otoritas Filipina tengah melakukan penyisiran di wilayah Marawi. Barang bukti yang disita berupa sebuah granat, sebuah pistol, beberapa lembar mata uang asing dan paspor Indonesia.

Saat ini Pemerintah Indonesia masih melakukan komunikasi dengan Filipina terkait langkah hukum selanjutnya. Martinus mengatakan, Ilham sebagai WNI tetap mendapatkan hak-haknya sebagaimana diatur dalam hukum internasional. Seperti didampingi pengacara dan mendapat perlakuan sesuai standar internasional selama penahanan.

"Ini hal yang patut dan wajar dalam hubungan antarnegara," ujarnya.

Menurut Martinus, nama Muhammad Ilham Syahputra sempat mencuat pada April lalu. Warga Sumatera Utara tersebut diduga tewas dalam pertempuran di Marawi setelah ditemukan paspor atas nama dirinya.

"Karena waktu itu yang didapat hanya paspor dan tidak ditemukan mayat yang bersangkutan sehingga diduga meninggal dunia," jelas Martinus.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau