Setnov Dibawa Ke RSCM, Ini kata KPK

"Akan lakukan pengecekan perkembangan kesehatan setelah rawat inap dinyatakan tidak diperlukan lagi beberapa waktu yang lalu,"

Selasa, 28 Nov 2017 14:27 WIB

Ketua DPR Setya Novanto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan KTP berbasis elektronik Setya Novanto siang ini dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, Jakarta Pusat. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lewat pesan singkatnya mengatakan, Ketua DPR itu bakal melakukan kontrol rutin pasca kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu.

Kata dia, langkah ini diambil karena sebelumnya tim dokter KPK menilai bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu tidak perlu melakukan rawat inap.

"Tim dokter yang lakukan perawatan terhadap SN sebelumnya akan lakukan pengecekan perkembangan kesehatan setelah rawat inap dinyatakan tidak diperlukan lagi beberapa waktu yang lalu," ucapnya lewat pesan singkat, Selasa (28/11).

Sebelumnya kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi, mengatakan KPK sudah memblokir rekening milik kliennya dalam penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Selain itu kata dia, KPK juga sudah memblokir rekening istri setnov, Deisti Astriani Tagor serta dua anaknya Rheza Herwindo dan Dwina Michaella.

Menurut Fredrich, pemblokiran rekening Setnov dan keluarganya dilakukan oleh penyidik KPK sejak 2016 lalu.

Saat dikonfirmasi soal pemblokiran rekening tersebut, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan tidak bisa menjelaskan. Kata dia,  pemblokiran ataupun penyitaan merupakan kewenangan penyidik.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".