OTT Uang Ketok Palu, KPK Geledah Sejumlah Tempat di Jambi

"Ada 3 tim paralel ditugaskan untul melakukan penggeledahan di Provinsi Jambi"

Kamis, 30 Nov 2017 21:54 WIB

Sejumlah petugas KPK membawa berkas yang diduga barang bukti usai penggeledahan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi di Jambi, Kamis (30/11). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor serta rumah tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi. Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan penggeledahan dilakukan  sejak pukul 13.30 dan belum selesai hingga   malam ini.

"Tadi tim di Jambi ada 3 tim paralel ditugaskan untul melakukan penggeledahan di Provinsi Jambi. Ini lanjutan dari operasi yang kita lakukan kemarin, yaitu di Kantor PUPR Provinsi Jambi, kemudian rumah Erwan di Jalan Cemara, dan rumah Arfan di Jalan Kukuh," kata Febri di Gedung KPK, Kamis (30/11) malam.

Febri menjelaskan hingga kini KPK belum dapat memberikan informasi barang bukti yang disita. Namun kata dia, sejumlah dokumen yang relevan dengan kasus ini telah ditemukan.


Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang Rp4,7 miliar hasil operasi tangkap tangan di Jambi dan Jakarta ketika konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).   (Foto: Antara)


KPK melakukan penggeledahan di ketiga tempat tersebut untuk mencari informasi terkait proses pembahasan pemberian uang,  serta proses pencarian sumber uang.

Selain itu, berdasarkan penyelidikan sementara, uang Rp. 3 Miliar yang ada di dalam 2 koper tersebut diduga sempat dibawa keluar dari rumah Arfan ke rumah kerabatnya. Namun saat penyidik datang, uang tersebut dikembalikan ke rumah Arfan. Diduga Arfan memberikan hadiah atau janji kepada sejumlah pihak terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Jambi tahun 2018.

Sementara itu mengenai keterlibatan Gubernur Jambi, Zumi Zola pada pemberian "uang ketok palu"  KPK masih akan mendalami.   KPK baru menetapkan 4 orang sebagai tersangka, sedangkan 12 orang lain yang ditangkap oleh KPK pada Selasa (30/11) lalu telah dipulangkan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.