Namanya Muncul di Paradise Papers, Ini Kata Sandiaga Uno

"Baru tadi ada satu yang sampaikan, saya sendiri masih masih menunggu detailnya."

Senin, 06 Nov 2017 22:12 WIB

Ilustrasi: Paradise Papers

KBR, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku belum memahami alasan namanya masuk dalam   Paradise Papers   yang memuat uang simpanan para miliarder atau perusahaan di seluruh dunia dengan suaka pajak. Eks Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya itu masih belum bisa memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

"Baru tadi ada satu yang sampaikan, saya sendiri masih masih menunggu detailnya. Tapi ada satu artikel, yang tidak sengaja terbaca di salah satu media, Kompas.com atau CNN, yang cerita tentang Paradise paper tapi nanti saya gali lagi," kata Sandiaga di Bala Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/11).

Sandiaga mengaku telah membaca sepintas mengenai pemberitaan dokumen tersebut dari beberapa media online. Tapi dia meminta waktu untuk bisa menjelaskannya kepada publik.

Sandiaga Uno pernah memiliki saham di perusahaan yang tercatat dalam Paradise Papers, N.T.I. Resources. Selain Sandiaga, ada pula nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan anak penguasa orde baru Tommy dan Mamiek Soeharto, juga masuk ke dalam dokumen tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, akan mengecek data-data Paradise Papers. Kata dia, langkah ini akan melibatkan kerja sama internasional untuk mengusut kemungkinan adanya aliran dana ilegal atau pelanggaran perpajakan.

"Dan dalam rangka untuk memerangi apa yang disebut flow of fund yang sifatnyaellicit atau yang tidak sesuai dengan aturan hukum, itu akan menjadi sesuatu yang menjadi perhatian. Jangan lupa bahwa Indonesia, juga di dalam proses untuk menjadi anggota dari FATF (Financial Action Task Force), di mana itu adalah memerangi berbagai macam ellicit financing. Tapi kalau itu adalah sifatnya adalah formal, namun nanti ada hubungannya dengan perpajakan, ya kita menggunakan kerja sama internasional," kata Sri Mulyani.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau