Meski Salah Alamat, Dana Hibah Rp40 Miliar untuk Himpaudi DKI Tak Dicoret

Hibah untuk Himpaudi akan disalurkan pada 6.700 pengajar PAUD. Setiap guru, akan menerima Rp500 ribu setiap bulannya untuk memberi uang insentif guru PAUD dalam satu tahun.

Rabu, 29 Nov 2017 10:49 WIB

Seorang guru mendampingi siswa PAUD mengikuti latihan manasik haji di Jakarta. (Foto: utara.jakarta.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta tetap akan memberikan dana hibah sebesar Rp40,2 miliar bagi Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) DKI, meski terdapat kesalahan administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Sopan Andrianto mengatakan dana hibah untuk Himpaudi sudah sesuai pogram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena itu, meski ada kesalahan administrasi alamat organisasi, lembaga itu tidak akan dicoret dari daftar penerima dana hibah APBD DKI 2018.

"Alamat itu kami dapat dari buku proposal yang dikirim ke kami. Alamat itu juga sama di Kementerian Pendidikan. Tadi sudah dilakukan investigasi ke lapangan, ternyata alamat itu adalah salah satu alamat kantor perusahaan. Himpaudi itu ada di dalam situ," kata Sopan di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Dalam proposal yang dikirimkan Himpaudi DKI tertulis beralamat Jl Poltangan Raya Nomor 25 Pasar Minggu Jakarta Selatan, tanpa tertulis RT RW. Namun Jl Raya Poltangan Nomor 25 berada di RT 09/RW 05.

Baca juga:

Alamat Himpaudi sebenarnya berada di jalan Poltangan Raya Nomor 25, RT 09 RW 04, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sopan mengatakan, dalam proposal, alamat RT dan RW-nya tertukar.

Sopan menjelaskan, hibah untuk Himpaudi akan disalurkan pada 6.700 pengajar PAUD. Setiap guru, akan menerima Rp500 ribu setiap bulannya. Bila ditotal, anggaran untuk memberi uang insentif guru PAUD dalam setahun adalah Rp40,2 miliar.

Anggaran dana hibah bagi Himpaudi sebelumnya dipersoalkan kalangan anggota DPRD DKI Jakarta. DPRD mempertanyakan masalah administrasi Himpaudi. Padahal, Himpaudi tercatat sebagai penerima dana hibah.

Himpaudi akan mendapat dua dana hibah tahun depan. Selain dari APBD 2018, mereka juga akan menerima dana dari APBN. Masuknya dana hibah DKI untuk Himpaudi tahun depan adalah yang pertama kali.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sempat mengatakan, Pemprov DKI akan memperbaiki kualitas pendidikan di ibu kota. Dia juga mengklaim, anggaran tersebut adalah bentuk dukungan kepada pemerintah pusat, yang sudah terlebih dahulu memperhatikan Himpaudi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang