Malam ini Setnov Serahkan Diri? Ini Kata Ketua KPK

"Menyerahkan diri itu baru rumor. DPO sedang kita diskusikan nanti mudah-mudahan bisa kita keluarkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,"

Kamis, 16 Nov 2017 19:14 WIB

Ilustrasi: Aksi demo di kantor KPK. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi akan berkoordinasi dengan polisi untuk memasukkan Ketua dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto ke Daftar Pencarian Orang (DPO). Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, lembaga antirasuah itu tengah mempertimbangkan hal tersebut.

Namun KPK masih menunggu iktikad  baik Setnov untuk menyerahkan diri. Agus mengakui, ada rumor menyebutkan Novanto akan mendatangi KPK malam ini. 

"Menyerahkan diri itu baru rumor. DPO sedang kita diskusikan nanti mudah-mudahan bisa kita keluarkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11).

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, KPK masih menunggu waktu yang tepat untuk memasukkan nama Setnov ke DPO. Menurut Febri, KPK masih melihat kemungkinan Setnov akan menyerahkan diri.

"DPO masih dalam proses. Kita menunggu jeda waktu yang cukup, sejak tadi malam kita mendatangi rumah tersangka SN. Kita tunggu apakah ada iktikad  baik atau tidak untuk datang ke kantor KPK. Jadi sampai sore ini kita masih menunggu sebelum kita memutuskan menerbitkan DPO atau tidak," kata Febri.

Bantuan Polisi

Ahli hukum tata negara Mahfud MD polisi akan lebih mudah   menangkap  Setya Novanto menemukan koruptor wisma atlet Muhammad Nazaruddin yang kabur hingga Kolombia, enam tahun lalu.  Apalagi, Novanto baru menghilang kemarin dan otoritas imigrasi menjamin dia masih berada di dalam negeri.

"Memang agak menggelisahkan juga saat kemudian Setya Novanto hilang jejaknya. Tetapi, saya kira memangkap Serta Novanto bagi aparat politi tidak susah, karena reputasi polisi kita luar biasa. Saya sangat percaya polisi kita mampu mengungkap hal pelik, bahkan lebih lebih pelik dari larinya novanto. Dulu kurang apa hebatnya Nazaruddin sampai lari ke Kolombia dan sebagainya ketemu juga. Masak yang begini tidak bisa?" Kata Mahfud di kantornya, Kamis (16/11/2017).

Mahfud mengatakan, polisi sudah menunjukkan kepada publik posisinya yang di belakang KPK dengan mengawal upaya penangkapan ke kediaman Novanto semalam. Sehingga, kata dia, polisi juga harus membuktikan keseriusannya menangkap Novanto agar bisa segera menjalani kewajiban hukumnya.  Mahfud berkata, polisi memiliki teknologi dan intel dengan reputasi baik dalam memecahkan kejahatan.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang