Maju Pilkada Jatim, PDIP Ancam Pecat Bupati Emil

"Klau resmi mendaftarkan di KPU maka Partai harus memecat dari keanggotaan. Kan tidak mungkin satu orang memiliki dua keanggotaan."

Kamis, 23 Nov 2017 13:42 WIB

Ilustrasi: Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangnsa. (Foto: KBR/Muji L.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memecat kadernya Emil Elestianto Dardak yang maju sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Ketua Dewan Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun mengatakan, Bupati Trenggalek itu akan dipecat setelah resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komarudin mengatakan, Emil melanggar etika karena maju dalam Pilkada Jawa Timur dengan pengusung Partai Golkar dan Partai Demokrat. Selain itu, Emil juga masuk dalam keanggotaan Partai Golkar padahal belum mengundurkan diri dari PDIP.

"Nanti kalau resmi deklarasi. Kalau resmi mendaftarkan di KPU maka Partai harus memecat dari keanggotaan. Kan tidak mungkin satu orang memiliki dua keanggotaan. Saya tidak tahu partai lain tapi PDI Perjuangan kalau memilih KTA Partai lain harus kita pecat," kata Komarudin di Komplek Parlemen RI, Kamis (23/11/17).

Komarudin mengatakan, PDIP kecewa dengan sikap Emil yang tidak patuh dengan aturan dan ketetapan partai. Dalam Pilkada Jatim, PDIP telah mengusung pasangan petahana Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Komarudin, Emil merupakan kader baru PDIP. Emil baru lulus sekolah partai PDIP pada 2016 silam. Sebagai salah satu pengajar, Ia tidak memungkiri  peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda (pada usia 22 tahun) di Jepang  itu  merupakan murid yang cerdas. Namun Ia menyayangkan sikap Emil yang tidak mempunyai prinsip yang teguh.

"Menjadi pemimpin tidak cukup dengan kecerdasan tapi juga harus punya prinsip teguh," kata Dia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.