Longsor Garut Belum Tertangani, Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus

Penumpang KA harus diangkut lantaran pembukaan jalur dan penanganan bencana diperkirakan memakan waktu 24 jam dihitung dari waktu kejadian. Diperkirakan penanganan longsor selesai Kamis malam.

Kamis, 23 Nov 2017 12:31 WIB

Jalur kereta api Cipenduy-Bumiwaluya, Garut. (Foto: Google/CNES-Airbus)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Purwokerto – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasional (Daops) 5 Purwokerto terpaksa mengangkut ratusan penumpang kereta api jalur selatan menggunakan bus, akibat adanya longsor di jalur kereta api di Garut. 

Jalur selatan di Garut, antara Stasiun Cipenduy-Bumiwaluya tertutup longsor di KM 233+0/8 pada Rabu malam sekitar pukul 23.18 WIB. Akibatnya, seluruh perjalanan kereta api jalur selatan terutama menuju Bandung terganggu. Perjalanan penumpang kereta api akhirnya dialihkan menggunakan kendaraan bus (oper stappen).

Juru bicara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan penumpang kereta harus diangkut lantaran pembukaan jalur dan penanganan bencana diperkirakan memakan waktu 24 jam dihitung dari waktu kejadian. 

Diperkirakan jalur baru dibuka pada Kamis malam pukul 23.00 WIB.

Sejak Kamis dinihari, kata Ixfan, sebanyak 500-an penumpang diangkut menggunakan delapan bus dari Stasiun Purwokerto dan tiga bus dari Stasiun Kroya, Cilacap. 

Pagi ini tiga bus lagi dipersiapkan untuk mengangkut penumpang yang akan melanjutkan perjalanan di Jalur Selatan hingga melewati titik longsor Garut. 

Baca juga:

Pengalihan perjalanan penumpang dengan sistem oper stappen itu meliputi enam jadwal perjalanan kereta api. Di antaranya KA Turangga (16 orang), KA Malabar (76 orang), KA Serayu (314 orang), KA Kahuripan (100 orang), KA Lodaya (64 orang) dan KA Mutiara Selatan (45 orang). Perjalanan dialihkan menggunakan bus ke arah Maos, Sidareja, Banjar, Tasikmalaya hingga menuju Bandung.

Ixfan mengatakan PT KAI juga memberlakukan service recovery (pemulihan layanan) untuk keterlambatan lebih dari tiga jam, serta pengalihan pengangkutan dengan menggunakan moda transportasi lain (oper stappen). Penumpang diangkut dengan bus lantaran kereta tak bisa sampai tujuan.

"Masih ada lagi penumpang nanti yang akan dialihkan, yaitu penumpang KA Kutojaya, KA Lodaya, dan Kereta Argowilis. Nanti diangkut dengan bus. Kalau yang ini nanti kurang lebih penumpangnya per bus 45 orang, jadi kira-kira 100-an orang. Kalau yang tadi malam total penumpangnya kurang lebih ada delapan bus," kata Ixfan di Purwokerto, Kamis (23/11/2017).

Ixfan menambahkan kereta api yang terganggu perjalananan akibat longsor di Garut adalah KA Malabar tujuan Bandung-Malang, KA Mutiara selatan tujuan Surabaya Gubeng-Malang, KA Kahuripan tujuan Kiaracondong-Kediri, KA Lodaya tujuan Bandung-Solo, KA Turangga tujuan Bandung-Surabaya Gubeng serta KA Serayu tujuan Pasarsenen-Kiaracondong ke Purworejo.

Enam kereta tersebut sebagian dialihkan ke jalur lintas utara, Bandung-Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya dan sebaliknya. 

Bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket namun membatalkan akibat gangguan longsor, PT KAI akan menggantinya 100 persen.

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".