La Gode Tewas Disangka Mencuri Singkong, Panglima Kirim Polisi Militer ke Taliabu

"Saya sedang mengirimkan POM sama kepolisian di sana untuk sampai ke pulau tersebut dan kapal baru ada hari Senin. Ya memang jadwal kapalnya seperti itu,"

Kamis, 30 Nov 2017 23:18 WIB

Ilustrasi

KBR, Bogor- Panglima TNI Gatot Nurmantyo bakal mengirim tim dari polisi militer (POM) untuk menyelidiki dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota TNI terhadap warga Maluku Utara, La Gode. Namun, tim baru bisa berangkat pada Senin (4/12) pekan depan lantaran jarak tempuh dan minimnya transportasi menuju ke lokasi.

"Saya belum bisa kasih keterangan karena saya sedang mengirimkan POM sama kepolisian di sana untuk sampai ke pulau tersebut dan kapal baru ada hari Senin. Ya memang jadwal kapalnya seperti itu," kata Gatot usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (30/11/2017).

Sementara itu Juru bicara Komando Resor Militer Babullah Ternate, Heru Dartujito, menyatakan institusinya belum menemukan indikasi keterlibatan anggota Satgas 732 Banau dalam tewasnya La Gode, 34 tahun, warga Desa Lede, di Pulau Taliabu Oktober lalu. Kesimpulan tersebut berbeda dengan yang dikemukakan keluarga dan temuan Kontras, yang menyebut kematian La Gode karena penyiksaan anggota TNI di Pos Satgas 732 Banau.

Heru mengatakan, Detasemen Polisi Militer XVI/1 Ternate telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus kematian La Gode di Taliabu, dengan memeriksa sembilan orang, meliputi tiga anggota TNI, seorang anggota Polri dan lima warga Lede. Kata Heru, penyelidikan masih akan berlanjut dengan memeriksa tujuh orang warga sipil.

"Karena sudah diperiksa oleh Denpom, tentu yang dianggap mengetahui kejadian itu. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan, kita akan melihat perkembangan dari pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan sendiri, sudah disampaikan Dandenpom, dan belum ada yang mengarah ke pelaku bahwa anggota TNI. (Jadi belum ada arah membawa kasus ke Mahkamah Militer?) Kita tunggu hasilnya nanti, kan ini belum selesai" kata Heru kepada KBR, Kamis (30/11/2017).

Heru mengatakan, TNI tak akan menutup-nutupi apabila nantinya terbukti ada keterlibatan anggotanya dalam tewasnya La Gode. Apabila ada anggota yang terbukti terlibat, kata Heru, institusinya akan melimpahkan kasus itu ke Mahkamah Militer. Meski begitu, kata dia, saat ini TNI masih menunggu proses penyelidikan rampung sebelum menentukan sikap berikutnya.

Heru berujar, kesimpulan sementara pemeriksaan itu menyebut penyebab kematian La Gode adalah akibat dikeroyok warga. Heru berkata, saat ini tim Denpom Ternate juga telah berada di Desa Lede untuk mengumpulkan bukti-bukti. Kata dia, apabila ketujuh warga yang menjadi saksi tak bisa berangkat ke Ternate karena terhambat transportasi, pemeriksaannya bisa diadakan sekaligus di Desa Lede.


Warga Maluku Utara bernama La Gode tewas diduga dianiaya anggota militer hingga tewas. Ia sebelumnya ditangkap oleh polisi Pos Lede dan dibawa ke Pos Satuan Tugas Daerah Rawan di bawah komando Korem 152/Baabulah dan Kodam XVI/Pattimura. Gode ditangkap karena disangka mencuri lima kilogram singkong.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi