Kunjungi Malaysia, Jokowi Minta PM Najib Lindungi TKI

"Hak pendidikan bagi anak pekerja Indonesia juga telah saya mohonkan perhatian kepada PM Najib"

Rabu, 22 Nov 2017 22:10 WIB

Presiden Joko Widodo meminta Perdana Menteri Malaysia Najib Razak perhatikan TKI, Kuching, Malaysia, Rabu (22/11). (Foto: Ist)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memberikan perlindungan bagi WNI yang bekerja di Negeri Jiran. Hal ini disampaikan Jokowi usai menggelar Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia di Kuching, Malaysia.

Jokowi juga meminta pemerintah Malaysia memperhatikan pendidikan anak-anak buruh migran.  Presiden  berharap Malaysia turut memberikan dukungan kepada pusat kegiatan belajar yang didirikan sebagai tempat belajar anak-anak tersebut.

"Isu penting yang tadi kita juga bahas adalah perlindungan WNI yang tinggal dan bekerja di Malaysia. Perlindungan WNI merupakan prioritas bagi Indonesia. Dan hak pendidikan bagi anak pekerja Indonesia juga telah saya mohonkan perhatian kepada PM Najib, dan saya berharap PM Najib juga bisa memberikan dukungan tambahan yang banyak bagi CLC (community learning center) di Semenanjung maupun di luar ladang," kata Jokowi dalam rilis dari Biro Pers Istana, Rabu (22/11/2017).

Jokowi menambahkan, pertemuan dengan PM Najib menghasilkan sejumlah kesepakatan. Dalam bidang perdagangan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama. Terlebih angka perdagangan Indonesia-Malaysia meningkat 21 persen pada semester I tahun ini.

Jokowi menyambut baik ekspor beras Indonesia ke Malaysia sebanyak 25 ribu ton pada Oktober lalu. Ia berharap Malaysia mengalokasikan 20 persen kuota impor berasnya untuk Indonesia.

"Indonesia berharap Malaysia dapat mengalokasikan 20 persen dari kuota impor beras ke Indonesia yaitu sekitar 150 ribu ton pertahun."

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.