Koalisi Desak Jokowi Ajukan Calon Pengganti Panglima TNI

Proses penggantian Panglima TNI diperkirakan memakan waktu 2-3 bulan.

Minggu, 12 Nov 2017 17:20 WIB

Foto: Antara

KBR, Jakarta- Koalisi masyarakat sipil mendorong Presiden Joko Widodo segera memproses penggantian Panglima TNI selambat-lambatnya pada Desember mendatang. Direktur LSM Imparsial Al Araf mengatakan hal tersebut untuk mengantisipasi Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret 2018.

“Proses penggantian panglima itu membutuhkan waktu, ada proses fit and proper test di DPR dan sebagiannya yang nanti akan menimbang menyetujui atau tidak. Dalam dinamika proses yang membutuhkan waktu itu maka memang menjadi penting untuk Jokowi untuk memikirkan proses penggantian Panglima TNI, mengingat pada bulan Maret Panglima akan memasuki masa pensiun, kira-kira proses akan memakan waktu satu bulan atau dua bulan,” ujar Al Araf kepada wartawan, Minggu (12/11/2017).

 Al Araf meminta Presiden Joko Widodo mengutamakan calon yang berasal dari angkatan laut dan angkatan udara. Ia mengatakan perlu ada kesempatan bagi calon di luar angkatan darat untuk menjadi panglima TNI sesuai dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI pasal 13.

“Kita tahu bahwa panglima TNI sekarang dari jenderal angkatan darat, maka diharapkan selanjutnya panglima dari angkatan laut atau udara, karena proses penggantian yang bergiliran akan menciptakan soliditas dan profesionalitas di tubuh TNI, dan ini kan menimbulkan kesetaraan dalam tubuh TNI,” imbuhnya.

Koalisi juga mendesak presiden mencermati calon panglima TNI yang baru sehingga mampu membangun TNI yang profesional dan netral dalam politik nasional. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar