Kembali 'Batuk', Semburan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Capai 3,2 KM

Armen mengatakan hingga Senin pagi pukul 09.00 WIB, Gunung Sinabung baru satu kali erupsi. Erupsi masih berpotensi terjadi lagi karena Gunung Sinabung saat ini berada di level IV.

Senin, 20 Nov 2017 09:33 WIB

Peta Gunung Sinabung. (Foto: Google Maps)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Karo - Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menunjukan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan, gunung yang masih berstatus Awas itu melontarkan abu vulkanik setinggi 3,2 kilometer, pada Senin, 20 November 2017 pukul 08.20 WIB.

"Tinggi kolom abu mencapai 3.200 meter. Tidak disertai guguran lava maupun luncuran awan panas," kata Armen kepada KBR, Senin (20/11/2017). 

Armen mengatakan hingga Senin pagi pukul 09.00 WIB, Gunung Sinabung baru satu kali erupsi. Erupsi masih berpotensi terjadi lagi karena Gunung Sinabung saat ini berada di level IV. 

"Kondisi puncak terlihat jelas dengan cuaca cerah, dan abu masih mengarah ke timur-tenggara bahkan ke barat," ungkap Armen. 

Baca juga:

Armen Putra kembali mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti arahan dari otoritas penanggulangan bencana serta menghindari zona merah Gunung Sinabung. 

"Masyarakat juga diharapkan membersihkan tempat-tempat umum agar tidak terpapar abu vulkanik. Juga perlu antisipasi terhadap laharan ketika terjadi hujan deras di sekitar puncak," imbau Armen.

Gunung Sinabung semula merupakan gunung api strato tipe B atau tipe gunung api dimana tidak tercatat sejarah letusannya sejak tahun 1600-an. Namun Gunung Sinabung kemudian masuk klasifikasi tipe A, setelah untuk pertama kali meletus setelah lebih dari 400 tahun tidak ada aktivitasnya. 

Letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010 dikategorikan tipe letusan freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke timur-tenggara Gunung Sinabung dan menutupi Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi, dan Susuk. Erupsi Sinabung pada tahun 2010, hanya berlangsung dari Agustus hingga September. 

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan terus menunjukan aktivitas vulkaniknya hingga sekarang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang