Indonesia Siap Bantu Perdamaian di Afghanistan

"Kita dianggap netral, di tengah dan tidak memiliki kepentingan,"

Selasa, 21 Nov 2017 17:13 WIB

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) menjamu Ketua Mejelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Mohammad Karim Khalili (kedua kiri) bersama delegasi di Resto Cafe Grand Garden, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bogor- Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia siap berperan aktif mendorong perdamaian di Afghanistan. Kata Jokowi   Afghanistan melalui Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Karim Khalili meminta bantuan Indonesia untuk berkontribusi menyelesaikan konflik di negaranya.

Permintaan Afghanistan ini kata Jokowi karena  memandang Indonesia mempunyai kapasitas   mengelola keberagaman. Selain itu, Indonesia dinilai tidak memiliki kepentingan apapun atas Afghanistan. Hal ini disampaikan Jokowi saat menerima kunjungan Karim Halili beserta 35 delegasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

"Karena kita dianggap yang pertama Islam Indonesia adalah Islam moderat. Yang kedua kita dianggap netral, di tengah dan tidak memiliki kepentingan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (21/11/2017).

Jokowi menambahkan, Halili dan delegasi akan bertemu dengan NU dan Muhammadiyah. Mereka juga akan mengunjungi pondok pesantren dan para ulama untuk belajar tentang toleransi.

"Untuk melihat kenapa di Indonesia bisa rukun bersaudara seperti yang tadi saya ceritakan. Tadi sudah disampaikan oleh beliau bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk ikut menyelesaikan perdamaian di Afghanistan," ujar Jokowi

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.