Besok Kumpulkan DPD, Partai Golkar Gelar Munaslub?

"Seluruh ketua DPD 1 Partai Golkar se-Indonesia sangat memahami anggaran dasar rumah tangga"

Jumat, 24 Nov 2017 20:20 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- DPP Partai Golkar akan menggelar rapat dengan seluruh Pemimpin DPD  besok, Sabtu (25/11/17). Plt Ketua Umum Golkar, Idrus Marham mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka konsolidasi hasil rapat pleno Golkar sebelumnya.

Idrus membantah ada sejumlah DPD yang mendesak penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk melengserkan Setya Novanto dari jabatan Ketua Umum Golkar. Pertemuan dengan seluruh Pimpinan DPD akan mengkonfirmasi desakan tersebut.

"Seluruh ketua DPD 1 Partai Golkar se-Indonesia sangat memahami anggaran dasar rumah tangga dan punya komitmen terhadap persatuan dan kesatuan partai Golkar. Kami punya keyakinan Ketua DPD Golkar Provinsi se-Indonesia tidak hanya memahami tapi menerima keputusan," kata Idrus di Bakrie Tower, Jumat (24/11/17).

Idrus  membantah pertemuan besok sebagai upaya meredam suara DPD yang menginginkan Munaslub. Ia menegaskan, keputusan pleno harus ditaati semua pihak di internal Golkar. Ia yakin seluruh Pimpinan DPD dapat memahami hal tersebut.

"Mereka sama sekali tidak perlu diredam, kami punya keyakinan mereka akan konsisten pada aturan partai," ujarnya.

Meski tengah diterpa masalah, menurut Idrus, pertemuan DPP dengan DPD  membuktikan  artai Golkar tetap solid.

"Sebelum rapat pleno muncul berbagai macam aspirasi, gagasan, pikiran muncul. Tetapi karena kekuatan Golkar pada sistem, semua aspirasi itu ditindak lanjuti dalam sistem," kata Dia.

Sementara itu Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi menyarankan  Setya Novanto   mundur sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Golkar. Kata dia hal itu akan menjadi solusi terbaik untuk partai Golkar.

"Yang dipikirkan harusnya institusi lembaga rakyat yaitu DPR, bukan malah mengorbankan partainya dengan memberikan kepercayaan kepada Plt. Dia harus mundur, itu justru jadi pupuk suburnya Golkar yang akan datang," kata Kristiadi di Sekretariat Para Syndicate, Jalan Wijaya III, Kebayoran Baru, Jumat (24/11/17).

Pengaruh Setya Novanto diakui cukup kuat hingga sekarang meski berada dalam tahanan KPK. Kondisi tersebut menyebabkan institusi DPR tersandera dan citra Partai Golkar kian terpuruk.

"Setnov harus sadar, dia adalah ketua umum Partai Golkar, Setnov adalah ketua DPR RI yang punya kedudukan mulia, kalau sudah seperti ini (masuk penjara, korupsi) dia tidak bisa memikirkan dirinya sendiri," ucap Kristiadi.

Kristiadi menyarankan kader Golkar di kabinet yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai pengganti.

"Airlangga, beliau aktif melakukan reformasi konstitusi dia profesional. Orang profesional lebih punya nurani dan empati. Mas Dedi ini kader Golkar yang sudah ada di Jawa Barat dan punya banyak pendukung, menurut saya sangat potensial sekali. Dua-duanya itu cocok menurut saya," ujar Kristiadi. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang