Bappenas Klaim Pertumbuhan Kesempatan Kerja Melebih Target

Pertambahan kesempatan kerja sebesar 2,61 juta pada triwulan ketiga 2017 melebihi target rata-rata per tahun yaitu dua juta per tahun.

Senin, 13 Nov 2017 19:21 WIB

Pencari kerja mengamati lowongan pekerjaan di Job Fair di UGM, Yogyakarta, Selasa (7/11/2017). (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga 2017 belum mencapai target. 

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga sebesar 5,06 persen sedangkan target pertumbuhan ekonomi pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 sebesar 5,4 persen dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 8,0 persen.

Meski begitu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi seperti itu, telah terjadi pertambahan kesempatan kerja sebesar 2,61 juta pada triwulan ketiga 2017 atau melebihi target rata-rata per tahun. 

Pemerintah menargetkan pencapaian tambahan kesempatan kerja rata-rata dua juta per tahun.

"Ketika ekonomi kita tumbuh 5,06 persen pada triwulan ketiga terjadi pertambahan kesempatan kerja yang cukup besar yakni 2,61 juta. Target kita memang selama lima tahun 2015-2019 adalah penciptaan kesempatan kerja 10 juta. Artinya kalau dirata-rata 2 juta per tahun," kata Bambang di Kantor Bapennas, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Bambang mengatakan, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2017 menunjukkan peningkatan jumlah orang yang bekerja sekitar 2,6 juta dari Agustus 2016. Menurut Bambang, pertumbuhan kesempatan kerja 2,20 persen lebih baik dari pertumbuhan angkatan kerja yakni 2,09 persen.

"Berdasarkan data BPS, proporsi pekerja formal mencapai 42,97 persen atau meningkat 1,79 juta dibandingkan 2016," kata Bambang.

Mengenai tingkat pengangguran terbuka pada triwulan ketiga 2017, Bappenas mencatat angkanya turun menjadi 5,50 persen dibanding data pada 2016 sebesar 5,61 persen. Namun Bambang mengatakan, jumlah pengangguran hingga saat ini bertambah 10 juta orang.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.