Banjir Sepekan, Puluhan Sumur Warga Cilacap Tercemar

Lebih dari 300 orang warga mengungsi hingga Minggu, 19 November 2017. Namun kini warga sudah kembali rumah.

Selasa, 21 Nov 2017 16:57 WIB

Relawan dan petugas BPBD Cilacap berkeliling membawa alkon untuk menyedot dan membersihkan sumur warga di Desa Madura, Cilacap, yang tercemar akibat banjir bandang, Selasa (21/11/2017). (Foto: BPBD Cilacap)

KBR, Cilacap - Hampir sepekan lalu wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilanda banjir. 

Banjir merendam Desa Madura, Kecamatan Wanareja pada pertengahan November, akibat jebolnya tanggul Sungai Cibaganjing, sejak Rabu, 15 November 2017 lalu.

Dampaknya, sekitar 40-an sumur warga tercemar banjir dan tidak bisa dipakai. 

Kepala Pelakana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan BPBD sudah mulai membersihkan sumur warga yang sebelumnya terendam banjir.

Namun, karena sumur warga belum bisa dipakai, warga terpaksa harus pergi ke daerah lain untuk mendapatkan air bersih jika air kiriman BPBD tidak mencukupi.

Pengiriman air bantuan BPBD dilakukan sejak Senin, 20 November 2017, dan akan dilakukan setiap hari.

"Pengungsi sudah kembali ke rumah. Hari ini kegiatan pembuatan tanggul, tanggul yang kemarin jebol. Hari ketiga ini mudah-mudahan bisa selesai. Kita juga kerjabakti menguras sumur, yang tercemar akibat terkena banjir bandang kemarin. Hampir semua sumur warga akan kita kuras. Kita sedot dengan alkon atau alat sedot. Kita drooping air bersih. Kemarin, dari BPBD dan PMI juga sudah mengirim. Satu tanki,” jelas Tri Komara Sidhy, Selasa (21/11/2017).

Lebih dari 300 orang warga mengungsi hingga Minggu, 19 November 2017. Namun kini warga sudah kembali rumah.

Lebih lanjut Tri Komara Sidhy menjelaskan, BPBD bersama dengan PMI dan Puskesmas mendirikan Posko Kesehatan untuk memantau kesehatan warga. Posko ini akan aktif hingga penanganan bencana di Madura usai akhir pekan ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Wanareja, Teguh Wibowo mengatakan saat ini mulai muncul banyak penyakit pascabanjir. 

Penyakit muncul karena turunnya daya tahan tubuh warga ketika mengungsi. Di samping itu, banyak warga terkena penyakit gatal dan diare karena minimnya air bersih. Banjir di Desa Madura, Cilacap terjadi 15 November lalu. 

BPBD juga menargetkan dapat menyelesaikan perbaikan empat tanggul Sungai Cibaganjing yang jebol. Dengan begitu, saat terjadi banjir, air tak akan melimpah kembali ke perumahan warga.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.