Banjir Rendam Puluhan Rumah di Banyuwangi

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Sobo. Sungai yang melintas di kawasan permukiman warga itu tidak mampu menampung debit air cukup besar.

Selasa, 14 Nov 2017 11:40 WIB

Banjir Banyuwangi, Senin (13/11/2017). (Foto: BPBD Banyuwangi)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi - Sekitar 25 rumah warga di Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terendam banjir,. 

Banjir melanda Banyuwangi setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak 110no11) akibat diguyur hujan sejak Senin 13 November 2017 malam hari.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Sobo. Sungai yang melintas di kawasan permukiman warga itu tidak mampu menampung debit air cukup besar.

Eka menambahkan di sepanjang Sungai Sobo juga banyak proyek pengerjaan plengsengan atau tanggul yang belum selesai. Hal itu membuat aliran air Sungai Sobo tersendat dan meluap hingga merendam rumah warga setinggi lebih dari setengah meter. 

"Ada 25 rumah terendam air. Ketinggian air di dalam rumah mungkin tidak terlalu tinggi, antara 10 sampai 30 cm. Cuma kalau di jalan dan halaman rumah sampai ketinggian 60 cm," kata Eka Muharram, di Banyuwangi, Selasa (14/11/2017).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram menambahkan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun keruskan akibat banjir ditaksir mencapai Rp5 juta. 

Pada Selasa (14/11/2017) pagi, luapan air sudah mulai menyusut. Tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi bersama warga sekitar terus menguras genangan air.

BPBD Banyuwangi mengimbau masyarakat tetap waspada, sebab musim hujan saat ini mulai merata turun di wilayah Banyuwangi. 

Apalagi, BPBD mencatat di Banyuwangi terdapat sekitar 26 desa di delapan kecamatan yang rawan terendam banjir. Daerah rawan banjir antara lain Kecamatan Kota Banyuwangi, Kecamatan Kabat, Pesanggaran, Tegaldelimo, Muncar dan Kecamatan Tegalsari. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau