Bangun Tol Cisumdawu, Pemerintah Pinjam Rp2,2 Triliun dari Tiongkok

Jalan tol Cisumdawu memiliki panjang 61 kilometer yang pengerjaannya dibagi dalam 6 seksi. Jika selesai, jalan ini akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi yaitu Jakarta, Bandung, Cirebon.

Jumat, 24 Nov 2017 14:23 WIB

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan terowongan bawah tanah dalam proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

KBR, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapatkan pinjaman sebesar Rp2,2 triliun dari Tiongkok untuk membangun tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1. 

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi mengatakan, jalan tol seksi 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12 kilometer saat ini baru terbangun sekitar enam kilometer. 

Keterlambatan pembangunan itu disebabkan kendala pembebasan lahan yang baru mencapai 37 persen. Namun, Arie Setiadi optimistis tol Cisumdawu yang termasuk proyek strategis nasional bisa beroperasi pada 2019.

"Ini sangat diharapkan selesai untuk menghubungkan Bandung dengan Bandara Kertajati. Kemudian, juga nantinya terhubung ke arah selatan. Pekerjaan jalan tol ini dibagi dalam enam seksi. Seksi 1 dan 2 ini kami melakukannya dengan skema loan dari pemerintah Cina," kata Arie di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

Jalan tol Cisumdawu memiliki total panjang sekitar 61 kilometer yang pengerjaannya dibagi dalam 6 seksi. Seksi 1 dan 2 sepanjang 28 kilometer menjadi tanggung jawab pemerintah, sementara seksi 3 hingga seksi 6 sepanjang 32 kilometer dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). 

Toal biaya yang dibutuhkan untuk proyek jalan tol Cisumdawu mencapai Rp8,41 triliun.

Baca juga:



Sejumlah pelajar berjalan di lokasi proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi) 


Hingga September 2017 lalu, konstruksi Seksi 2 phase Ranca Kalong-Ciherang sepanjang 6,35 kilometer masuk tahap penyelesaian akhir. Sedangkan Seksi 2 Phase Ciherang-Sumedang sepanjang 10,70 kilometer realisasinya sudah 13 persen.

 Salah satu pekerjaan konstruksi pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dengan diameter 14 meter. Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 tahap II akan selesai seluruhnya dan beroperasi pada 2019.

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek strategis nasional yang sedang dipercepat pembangunannya agar bisa selesai beroperasi seluruhnya pada 2019.

"Dengan selesainya Tol Cisumdawu nanti diharapkan meningkatkan konektivitas antar wilayah Tengah dengan Utara Jawa Barat, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan produktifitas. Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati," kata Basuki. 

Jika selesai, jalan tol Cisumdawu akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi yaitu Jakarta, Bandung dan Cirebon. Tol Cisumdawu didesain untuk lalu lintas harian di atas 20 ribu kendaraan dan dapat menghemat waktu tempuh dari sebelumnya lima hingga enam jam (non tol) menjadi satu jam jika lewat tol. 

Selain itu, jalan tol Cisumdawu diharapkan juga bisa mempersingkat waktu tempuh Bandung–Sumedang sekaligus membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat, serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek–Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. 

Untuk seksi 3 hingga seksi 6 yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujungjaya-Dawuan dan akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), pengerjaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol. 

Saat ini keempat seksi tersebut masih dalam tahap pengadaan lahan, dimana pada Seksi 3 Sumedang-Cimalak (3,75 km) sudah bebas tanahnya 98%. Pengadaan lahan ditargetkan selesai April 2018. 

PT Citra Karya Jabar Tol akan memegang hak konsesi tol Cisumdawu selama 40 tahun. Perusahaan ini melibatkan PT Citra Marga Nusaphala Persada (saham 51 persen), PT Waskita Karya (15 persen), PT Pembangunan Perumahan (14 persen), PT Brantas Abipraya (10 persen) dan PT Jasa Sarana (10 persen).

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.