Antisipasi Sweeping Jelang Natal, Polisi Minta Bantuan NU-Ansor

Tito Karnavian berharap masyarakat tetap bisa tenang dan menghargai kegiatan keagamaan menjelang atau selama Natal.

Rabu, 29 Nov 2017 16:45 WIB

Ilustrasi. Seorang pekerja membuat topi Sinterklas di industri rumahan di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2016). Permintaan topi Sinterklas biasanya meningkat menjelang Natal. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Polri berencana meminta bantuan organisasi Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya sweeping atau razia kelompok tertentu menjelang Hari Raya Natal. 

Namun, Kapolri Tito Karnavian mengatakan sebelum meminta bantuan pihak lain, Polri akan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan ormas yang sebelumnya kerap atau pernah terlibat sweeping menjelang Natal. 

Tito Karnavian berharap masyarakat tetap bisa tenang dan menghargai kegiatan keagamaan menjelang atau selama Natal.

"Kami akan melakukan langkah pendekatan dulu pada mereka. Apapun ini adalah hari besar, hari besar umat Islam kita rayakan, hari besar agama lain juga kita rayakan. Saya bekerja sama dengan stakeholder lain seperti TNI, Pemda pasti bekerja keras. Juga dengan kelompok-kelompok seperti NU, Anshor untuk amankan gereja-gereja," ujar Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (29/11/2017).

Baca juga:

Tito juga mengatakan dalam pengamanan di hari-hari besar apapun Polri akan menggandeng TNI untuk menambah personil penjagaan di beberapa titik rawan termasuk gereja-gereja di Indonesia.

Selain itu Tito juga menambahkan pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan satgas pangan guna menjaga kestabilan harga jelang hari raya Natal dan tahun baru. Antisipasi dipusatkan pada tiga hal meliputi, operasi Satgas Pangan, pengaturan lalu lintas dan pengamanan dari serangan teroris.

"Prinsipnya sembako diamankan, antisipasi aksi teror, kemacetan, akibat libur panjang itu semua kita laksanakan. Tidak lama lagi bulan Desember, akan ada koordinasi lintas sektoral. Sembako ditangani Kabareskrim, pos lalu lintas oleh Kakorlantas bekerjasama dengan Perhubungan. Tapi gongnya di para menteri dan Kapolri. Saya pikir kita jangan khawatir. Yang besar seperti lebaran saja kita bisa tangani," kata Tito Karnavian.

Pada perayaan Natal tahun lalu terjadi aksi sweeping yang dilakukan kelompok tertentu terhadap atribut-atribut natal. Aksi sweeping dipicu keluarnya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan penggunaan pernik-pernik Natal oleh umat Islam.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.