AMPG Tetap Loyal Dukung Setnov

AMPG tetap loyal mendukung Novanto meskipun andaikata nanti kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Rabu, 08 Nov 2017 15:22 WIB

Aktivis melakukan aksi teatrikal mengenakan topeng wajah Ketua DPR Setya Novanto di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/10/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mendukung penuh kepemimpinan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar meskipun Setnov saat ini sedang terbelit masalah dugaan korupsi KTP elektronik.

Ketua Harian Pimpinan Pusat AMPG, Mustafa M Radja mengatakan organisasinya tetap loyal mendukung Novanto meskipun andaikata nanti kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

"Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar menegaskan siap mengamankan dan mendukung penuh kepempimpinan Ketua Umum Golkar Bapak Setya Novanto hingga 2019. Ini sebagai amanah dari hasil Munaslub dan Rapimnas penegasan di Balikpapan," kata Mustafa di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Baca juga:

Mustafa mengatakan, AMPG menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah terkait perkara yang menjerat Setya Novanto. AMPG selaku organisasi sayap Partai Golkar juga menghargai proses hukum di KPK.

"Kami mengapresiasi Juru bicara KPK Febri Diansyah yang menegaskan belum ada dan belum keluar SPDP untuk Bapak Setya Novanto," kata Mustafa M Radja.

Mustafa membantah wacana yang menyebut AMPG ingin ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengevaluasi kepemimpinan Novanto di Golkar. Ia mengatakan, AMPG tetap berpegangan pada hasil Munaslub II Partai Golkar di Balikpapan.

"Soal wacana di luar yang ingin mengatakan Munaslub itu tidak benar. Kami konsisten keputusan Munas," kata Dia.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.