Teror Bom Gereja Oikumene Samarinda, Pemerintah Beri Santunan bagi Korban

"Kami prihatin, menyesalkan itu, dan kami mengharapkan masyarakat paham bahwa kita harus melawan mereka semua,"

Jumat, 18 Nov 2016 13:17 WIB

Intan Olivia (2,5 tahun) meninggal akibat teror  bom bakar di gereja Oikumene Samarinda, Kaltim. (Su

Intan Olivia (2,5 tahun) meninggal akibat teror bom bakar di gereja Oikumene Samarinda, Kaltim. (Sumber: Medsos)



KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan keluarga korban teror bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur bakal mendapat santunan. Kata dia, santunan akan diserahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang akan terbang ke Samarinda hari ini.

Wiranto enggan menyebut jumlah nominal santunan yang akan diberikan.

"BNPT kemarin sudah koordinasi dengan Menkopolhukam untuk mereka datang ke Samarinda memberikan santunan kepada anak-anak kita yang kena atau menjadi korban aksi itu. Baik yang meninggal maupun di RS. Mereka hari ini berangkat untuk memberikan santunan itu. Memberikan bantuan yang meringankan beban dari keluarga yang menjadi korban terorisme itu. (Besarannya berapa?)  Ya, cukup lah untuk merawat mereka dan tidak memberatkan," kata Wiranto di kompleks Istana, Jumat (18/11/2016).

Wiranto menyebut teror tersebut sangat brutal. Kata dia, pemerintah bersama masyarakat harus terus melawan aksi-aksi terorisme.

"Itu sangat brutal karena yang korban anak-anak kecil, ada tiga, satu meninggal. Kami prihatin, menyesalkan itu, dan kami mengharapkan masyarakat paham bahwa kita harus melawan mereka semua," ujarnya. 


Sebelumnya, serangan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari Minggu lalu, sekitar pukul 10 WITA. Bom melukai empat orang anak-anak, satu di antaranya Intan Olivia (2,5 tahun) meninggal dunia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.