Kota Ternate Maluku Utara. (Foto: Antara)



KBR,Ternate- Pemerintah Kota Ternate diminta memproteksi kebudayaan lokal sehingga tidak musnah tergusur zaman. Sebab, saat ini kebudayaan lokal seperti bahasa daerah dan kesenian daerah suku ternate berlahan-lahan mulai tergerus zaman. Kata anggota DPRD Kota Ternate Is Suaib, identitas suku Ternate jika tak segera dilindungi oleh pemerintah daerah dalam bentuk peraturan daerah, maka dipastikan akan punah ditelan zaman.

Kata dia, saat ini generasi muda Ternate sudah mulai jarang menggunakan bahasa daerah termasuk tak lagi menggunakan kebudayaan daerah. Menurut Is Suaib,  mereka lebih cenderung menggunakan tradisi dan kebudayaan barat.

"Orang umpamanya pi nae cengkah dorang bilang fere cengkeh, bahasa Ternate so campur bahasa Indonesia. Fere ini bahasa Ternate artinya nae (naik) harusnya fere balawa (petik cengkeh). Coba bayangkan, tong pe bahasa mai so ilang samua." Ujar anggota DPRD Kota Ternate Is Suaib, Rabu (16/11).

Is melanjutkan, "dulu ada orang dari Belanda datang bikin penelitian bahasa Ternate, dia marah karena salah satu ibu tidak lagi menggunakan bahasa ternate terhadap anaknya. Jadi anaknya tidak tau lagi bahasa ternate, jadi ini yang harus kita hidupkan."

Kota Ternate lanjut Suaib, sebetulnya telah memiliki peraturan daerah tentang perlindungan hak-hak masyarakat adat. Namun, perda itu tidak diterapkan oleh pemerintah kota Ternate saat ini, akibatnya kota ternate saat ini kehilangan identitas atau tidak memiliki identitas yang jelas. Padahal kota Ternate sangat kaya akan budaya, kesenian dan sejarah yang sangat panjang. Namun, tidak diurus secara baik oleh pemerintah daerah menyebabkan identitas kota Ternate sebagai salah satu kota budaya di indonesia tak memiliki ciri khas.

Selain itu instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudaya Kota Ternate juga sangat lemah dalam mendesain kebijakan dan program untuk mengelola potensi wisata lokal yang melimpah. Padahal jika kearifan lokal Ternate yang sangat kaya itu dikelola dengan baik dan benar, dipastikan bakal mendatangkan devisa yang tak sedikit.

Suaib, berharap ada perhatian serius dari pemerintah sehingga potensi wisata yang melimpah bisa dikelola untuk menyejahterakan masyarakat.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!