Anggota Densus 88 Mabes Polri mengumpulkan sejumlah barang bukti seusai melakukan penggeledahan rumah terduga anggota jaringan teroris di kawasan Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (18/11). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Densus 88 Antiteror menangkap sembilan orang tersangka teroris yang berencana untuk menunggangi aksi demo pada 4 November lalu. Juru bicara Polri, Martinus Sitompul mengatakan, kelompok Abu Nusaibah ini berencana melakukan aksi teror dengan memanfaatkan situasi rusuh.

"Dipastikan bahwa upaya pendomplengan dengan memanfaatkan momentum unjuk rasa itu dilakukan oleh pihak-pihak yang berafiliasi pada aksi-aksi terorisme," kata Martinus di Mabes Polri, Senin (28/11/16).

Martinus menjelaskan, pada pukul 20.00 WIB saat aksi demo 411 mereka berkumpul di halaman Mesjid Al Fatah. Kemudian Abu Nusaibah membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok bergerak ke Penjaringan karena sedang terjadi rusuh dan satu kelompok bergabung dengan massa di DPR RI.

"Mereka ditugaskan agar berhadapan langsung dengan Aparat Keamanan dalam chaos," kata Martinus.

Selain itu, mereka juga ditugaskan untuk mencari kelengahan aparat keamanan untuk merebut sejata api. Martinus mengatakan, saat sampai di Penjaringan mereka tidak bergabung dengan massa, melainkan langsung menyusup ke barisan di belakang polisi. Namun saat itu bentrokan sudah berhasil dikendalikan oleh aparat kemanan.

"Sehingga kemudian kelompok 1 yang di Penjaringan berpindah menuju ke DPR RI untuk bergabung bersama massa," tambah Martinus.

Saat berada di tengah kerumunan massa, Martinus mengatakan, kelompok ini juga ikut memprovokasi pendemo di sekitar Istana dan Penjaringan. Ia memastikan Kepolisian akan mencegah kelompok-kelompok seperti ini beraksi kembali pada unjuk ras 2 Desember mendatang.

"Kita akan terus upaya komunikasi dan preventif pada seluruh elemen untuk menyampaikan aksi 2 Desember bisa tertib," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!