Ilustrasi. Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD. (Foto: kemhan.go.id)


KBR, Jakarta - Helikopter jenis Bell 412 EP milik TNI Angkatan Darat hilang kontak sejak Kamis (24/11/2016) pukul 10.57 WITA. Hingga Jumat (25/11/2016) pagi pukul 8.42 WIB atau 9.42 WITA, helikopter tersebut belum diketemukan.

Helikopter tersebut bergerak dari Tarakan, Kalimantan Timur pada 10.54 WITA menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, Nunukan Kalimantan Utara. Helikopter bernomor registrasi HA-5166 membawa logistik untuk pengamanan perbatasan itu semestinya dijadwalkan tiba di tujuan sekitar pukul 11.50 WITA.

Pencarian akan dilanjutkan hari ini. Juru bicara Mabes TNI Wuryanto mengatakan pencarian pada Jumat pagi ini menggunakan empat pesawat dari Pelita Air, Susi Air, Basarnas dan Angkatan Udara.

Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui darat oleh TNI dan Basarnas.

"Pagi ini belum ada perkembang. Kita mulai pelaksanaan pencarian (lanjutan) baik lewat darat maupun udara oleh tim SAR dibantu oleh pesawat dari Pelita Air, Susi Air, kemudian dari Heli Basarnas dan pesawat milik Angkatan Udara," kata Wuryanto kepada KBR, Jumat (25/11/2016).

Wuryanto menjelaskan, tim fokus mencari di lokasi lokasi terakhir helikopter tersebut melakukan komunikasi ke Tower Malinau. Helikopter Bell yang dikendalikan kapten pilot Lettu Cpn Yohanes Syahputra itu juga sempat berkomunikasi dengan pilot Susi Air dan Pilot Pelita Air,

"Itu berdasarkan data yang terpantau di radar Tarakan. Posisi terakhir komunikasi dengan Tower Malinau pada 11.29 WITA dengan posisi 8 nauticamiles dari Tower Malinau. Kemudian, komunikasi dengan pilot Susi Air dan Pelita Air. Dari tempat-tempat itu yang akan diutamakan atau fokus pencarian," jelasnya.

Heli tersebut berisi lima personel TNI, dipiloti oleh Yohanes Syahputera dan membawa empat orang kru TNI.

Helikopter Bell 412 EP merupakan buatan pabrikan Bell Helicopter, anak perusahaan Trexton di Amerika Serikat. Di Indonesia, helikopter ini diproduksi bersama Bell dengan PT Dirgantara Indonesia. Helikopter berukuran medium ini bisa mengangkut 15 orang penumpang. Pada 2013 lalu PT Dirgantara Indonesia menyerahkan enam unit helikopter Bell 412 EP kepada TNI Angkatan Darat.

Pada Maret 2016, helikopter sejenis, Bell 412 EP bernomor registrasi HA-5171 jatuh dan meledak di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Sebanyak 13 orang tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga:

Pada Juli 2016, sebuah helikopter Bell seri 205 jatuh di Sleman, Yogyakarta. Tiga orang tewas dan tiga orang luka. Pasca kecelakaan itu, TNI menghentikan sementara kegiatan operasional helikopter Bell seri 205 yang berjumlah delapan unit.

Baca: Helikopter TNI AD Jatuh di Jogja, Ini Nama Korbannya    

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!