Soal UN, Presiden Putuskan Pekan Depan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan ujian nasional akan dikembalikan ke daerah (desentralisasi).

Minggu, 27 Nov 2016 19:35 WIB

Ilustrasi ujian nasional. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan keputusan final terkait pelaksanaan ujian nasional (UN) pada pekan depan. Presiden Joko Widodo mengatakan, akan melakukan rapat kabinet terbatas terlebih dahulu untuk mebahas permasalahan ini. Meski demikian, kata dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan ujian nasional akan dikembalikan ke daerah (desentralisasi).

"Di tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memang sudah diputuskan agar UN itu didesentralisasi. Nanti akan kita rapatkan di Minggu ini. Di rapat terbatas. Kemudian akan diputuskan," kata Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sementara terkait pengangkatan guru honorer, Jokowi mengatakan saat ini masih dalam proses pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap.  

"Kan sudah saya sampaikan, seringkali. Jadi akan dilakukan secara bertahap untuk bisa memasukkan yang honorer ke PNS. Tetapi dengan syarat-syarat yang ada," ucapnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghapuskan UN mulai dari tingkat SMP sederajat hingga SMA/SMK sederajat. Namun, penghapusan UN ini hanya untuk sekolah-sekolah yang berada di atas standar nasional nilai integritas dan skor akademiknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan UN selama ini hanya bertujuan untuk pemetaan sekolah secara nasional. Sedangkan saat ini sudah banyak sekolah yang levelnya di atas standar nasional berdasarkan nilai integritas dan skor akademik.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?