Skandal Presiden Park, Kejaksaan Korsel Kembali Geledah Kantor Samsung Group

Pihak Samsung dan lembaga pensiun NPS mengkonfirmasi penggeledahan itu, namun menolak menjelaskan lebih rinci. Begitu juga pihak Kejaksaan.

Rabu, 23 Nov 2016 11:47 WIB

Seorang demonstran membawa poster bergambar rekayasa foto Presiden Korsel Park Geun-hye mengenakan baju tahanan, dalam demonstrasi menuntut Presiden Park mundur, Jumat (18/11/2016). (Foto: ANTARA/Reut

KBR - Penyidik Kejaksaan Korea Selatan kembali menggeledah kantor pusat perusahaan elektronik Samsung Group, terkait skandal yang membelit Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. Penggeledahan dilakukan Rabu (23/11/2016).

Teman dekat Park Geun-hye, yaitu Choi Soon-sil diduga terlibat menjual pengaruh kedekatannya dengan Presiden Park untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Penyidik Kejaksaan juga menggeledah kantor lembaga pengelola dana pensiun terbesar di Korsel, yaitu National Pension Service (NPS). NPS diduga menyetujui proses merger antara Samsung C&T dan Cheil Industries tahun lalu senilai 8 juta dolar AS (Rp107 triliun).

Pihak Samsung dan lembaga pensiun NPS mengkonfirmasi penggeledahan itu, namun menolak menjelaskan lebih rinci. Begitu juga pihak Kejaksaan.

Baca: Presiden Korsel Dibelit Skandal, Perdana Menteri yang Dicopot   

Saat ini Presiden Park dan Choi sedang dalam penyelidikan terkait perilaku tidak layak guna mendapat bantuan dari para konglomerat, termasuk Samsung Grup. Samsung merupakan perusahaan yang dikelola keluarga konglomerat terbesar di Korea Selatan.

Dana yang dikumpulkan dari para konglomerat itu diarahkan ke yayasan-yayasan yang bertugas membantu Presiden Park mempromosikan budaya dan komunitas-komunitas olahraga.

Sebelumnya, jaksa juga pernah menggeledah kantor Samsung terkait skandal tersebut, pada awal November lalu.  Kantor berita Korea Selatan, Yonhap menyebutkan jaksa menyelidiki dugaan perusahaan Samsung terlibat bantuan keuangan secara tidak sah kepada anak perempuan Choi Soon-sil. (Wall Street Journal/Reuters)

Baca: Skandal Politik Korsel, Jaksa Geledah Kantor Pusat Samsung Electronics    
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.