Rumah warga masih terendam banjir di Dusun Cibenon, Desa Sidareja, Rabu (30/11/2016). (Foto: Muh Ridlo Susanto/KBR)


KBR, Cilacap – Sudah sepekan warga Desa Sidareja korban banjir mengungsi di di aula dan mushola gedung Koramil Sidareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kini sebagian dari mereka mulai terserang penyakit.

Penyakit yang paling banyak diderita pengungsi adalah penyakit gatal-gatal kulit dan batuk pilek.

Salah seorang pengungsi, Idhah mengatakan gatal-gatal dan ruam kulit paling banyak diderita bayi dan balita. Idhah memperkirakan daya tahan anak kecil sudah mulai menurun pada hari ke-7 tinggal di pengungsian.

Sedangkan batuk pilek, kata Idhah, diderita hampir merata baik anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun, sejauh ini diantara 66 jiwa yang mengungsi di gedung aula Koramil tidak ada yang menderita penyakit serius, termasuk orang lanjut usia.

Baca: Tanggul Cikawung Jebol, Banjir di Cilacap Meluas    

Idhah menjelaskan, seluruh pengungsi di Koramil adalah warga Cibenon, Desa Sidareja Kecamatan Sidareja. Ini merupakan pengungsian ketiga yang dilakukan warga sejak banjir terjadi Oktober lalu. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Cibeureum. Pada Oktober lalu, mereka bahkan mengungsi selama 11 hari.

"Semalam sempat pulang, terus ke sini (pengungsian) lagi. Minggu malam pulang (ke rumah). Baru semalam terus balik lagi ke sini. Kalau sakit (serius) tidak ada. Kalau gatal-gatal ya, namanya juga banjir, Mas. Kalau anak-anak juga tercukupi. Susu disediakan, popok, pokoknya kebutuhan balita tercukupi," ujar Idhah di Sidareja, Rabu (30/11/2016).

Baca: Ribuan Rumah di Cilacap Dikepung Banjir    

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan banjir yang terjadi sejak Rabu pekan lalu tersebut meluas hingga lima Desa di Kecamatan Sidareja. Kelima desa tersebut yakni, Desa Sidareja, Gunungreja, Sidamulya, Sudagaran dan Tinggarjaya.

Gatot mengklaim, bantuan logistik untuk pengungsi aman. Obat-obatan tersedia lengkap. Gatot mengatakan BPBD fokus pada penanganan kelompok rentan seperti anak-anak, penderita disabilitas dan lanjut usia.

Mengenai stok makanan, Gatot menjelaskan BPBD Cilacap mengaplikasikan sistem dapur mandiri. BPBD mengirimkan bahan makanan mentah dan nanti dimasak sendiri oleh pengungsi.

Gatot menambahkan, jika intensitas hujan masih tinggi, ada kemungkinan banjir akan meluas ke kecamatan lain yang lokasinya berada di hilir Cibeureum. Yakni Kecamatan Kedungreja. Karena itu BPBD menyediakan tiga lokasi pengungsian lain jika banjir makin parah.

Baca: Banjir Cilacap Meluas, Pengungsi Malah Kembali ke Rumah    

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!