Dampak kerusakan akibat gempa Selandia Baru, 8 November 2016. (Foto: CCTV/Youtube.com)

KBR - Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter yang melanda kawasan timur Selandia Baru memicu banjir bandang dan bencana longsor hingga 100 ribu kali.

Situs informasi bencana geologi Selandia Baru, GeoNet menyebutkan ada sekitar 80 ribu hingga 100 ribu kali longsor sejak terjadi gempa pada Senin dinihari lalu. Data itu berdasarkan pesawat pengintai yang memantau di atas kawasan terdampak gempa.

Banyak longsoran itu menyebabkan jalanan tertutup, khususnya di kota pinggir laut Kaikoura di South Island.

Baca: Gempa Selandia Baru, Ribuan Orang Terisolasi     

GeoNet juga menyebutkan pada Selasa pagi, dalam kurun 12 jam terjadi gempa susulan sebanyak 300 kali. Sehingga total gempa susulan pasca gempa kuat pertama di Senin dinihari mencapai lebih dari 1,200 kali.

Gempa juga menyebabkan banyak gedung bertingkat yang ditutup karena mengalami retak dan rawan ambruk. Termasuk gedung parlemen di pusat kota Wellington, kantor pusat Palang Merah Selandia Baru dan bangunan perkantoran lain.

Otoritas pemadam kebakaran di Wellington menyebutkan struktur bangunan-bangunan itu mengalami patahan pada struktur bangunan.  Para penghuni dievakuasi, termasuk penghuni gedung Kedutaan Besar Thailand di Wellington.

Meski dampak gempa begitu kuat, namun data resmi pemerintah menyatakan korban jiwa hanya dua orang. Sejumlah warga juga mengalami luka namun tidak serius.

Sementara itu Perdana Menteri Selandia Baru mengakui ada missed call atau panggilan telepon tak terjawab di teleponnya, dari presiden terpilih Amerik Serikat Donald Trump. (Weather.com/Guardian/CNN) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!