Seseorang mengomentari pesan 'meninggalnya' pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang ternyata kesalahan Facebook. (Foto: Twitter)

KBR - Pengelola jejaring media sosial Facebook meminta maaf atas kesalahan fatal yang terjadi dan menimpa para pengguna.

Banyak pengguna Facebook baru-baru ini terkaget-kaget karena tiba-tiba dalam akun FB, mereka dinyatakan sudah meninggal dan Facebook 'mengenang' kepergian akun-akun itu.

Bukan saja pengguna biasa, bahkan pendiri Facebook Mark Zuckerberg disebut sudah meninggal di laman Facebook. Laman FB pun memasang pesan "Mengenang kepergian Mark Zuckerberg".

Dalam pesan itu tertulis harapan agar orang-orang yang menyayangi Mark untuk mengirim pesan dan membagikan pesan ke orang lain untuk menghormati hidup Mark Zuckerberg.

"Ini benar-benar kesalahan yang mengerikan, yang sedang kami bereskan. Pesan untuk mengenang orang yan meninggal itu salah kirim ke akun lain," kata juru bicara Facebook kepada AFP.

Pengguna media sosial Twitter (satu perusahaan dengan Facebook) pun berkomentar atas pesan yang muncul terkait 'kepergian' Mark Zuckerberg.

"Kasihan, Mark," kata pemilik akun @JudiD23. "Ini tidak mungkin dialami orang baik."

Media-media memberitakan kesalahan mengirim pesan 'mengenang kepergian' orang-orang di akun Facebook itu terjadi pada dua jutaan orang.

"Kurangajar. Mestinya aku pakai Facebook Live untuk menunjukkan bagaimana aku dinyatakan mati oleh Facebook," tulis editor situs Search Engine Land, Danny Sullivan lewat Twitter.

"Ya Tuhan, Facebook tiba-tiba mengenang semua akun-akun di Facebook. Kita semua sudah meninggal," tulis @annaniess sambil mengunggah pesan mengenang kematian Anna Niess.

"Facebook menulis seolah-olah aku sudah meninggal," tulis @alexia Tsotsis.

Pasca insiden menghebohkan itu, banyak orang langsung mengecek ke temannya apakah benar-benar sudah meninggal. Namun banyak juga yang langsung menyatakan pesan-pesan itu ngawur.

Tagar #FacebookDead

Pasca insiden kesalahan fatal itu, hashtag (tanda pagar) #FacebookDead menjadi viral di Twitter. Orang-orang mengomentari 'error' di Facebook itu dengan berbagai celoteh humor.

"Secara alamiah, Facebook menunggu sampai 2016 untuk membunuh kita semua," tulis pemilik akun @kriheli.

"Dear Facebook, Donald Trump tidak akan dilantik sampai 20 Januari. Pemusnahan nuklir bakal terjadi 21 Januari," tulis @JnPhillip.

Situs The Verge pun menulis secara satir. "Kami turut berduka cita atas meninggalnya semua orang, dan semua orang yang berduka, jika mereka tidak meninggal. Facebook belum merespon pertanyaan kami, solah-olah memang semua orang sudah meninggal."

Sekitar pukul 5 sore hari Jumat, pihak Facebook menyatakan kepada Wall Street Journal, bahwa oran-orang 'sudah dibangkitkan dari kematian'. Facebook pun meminta maaf atas kesalahan yang mengerikan itu. (The Verge/Tech Crunch/New York Times)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!