Aksi menuntut pengadilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (4/11/2016). (Foto: Randyka Wijaya/KBR)



KBR, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berencana mengerahkan ribuan buruh untuk ikut aksi demonstrasi antipenistaan agama, pada Jumat, 25 November mendatang.

Sejumlah pihak berencana mengadakan aksi pada 25 November mendatang untuk menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas tuduhan penistaan agama dan kitab suci Alquran.

Said Iqbal mengatakan gerakan buruh KSPI akan merapat ke aksi anti-Ahok, dengan alasan ada kesamaan motif dalam kasus itu. Iqbal mengatakan selama ini Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama seolah kebal hukum.

"Karena persoalan gerakan penistaan agama itu ada gerakan melawan hukum yang dimain-mainin. Supremasi hukum itu direndahkan. Sama. Upah murah itu supremasi hukum juga direndahkan. Jadi arogansi kekuasaan melindungi total pemilik modal. Jadi semua kebijakan ini adalah untuk melindungi pemilik modal. Tentang melindungi Ahok, penistaan agama. Ahok menetapkan upah minimum DKI lebih murah dari Karawang dan Bekasi, itu semua melindungi pemilik modal," kata Iqbal dalam keterangan pers, Senin (14/11/2016).

Baca: Presiden: Semoga Tak Ada Demo Lanjutan 4 November   

Said Iqbal mengatakan pada aksi 25 November mendatang, mereka akan mengajukan tiga tuntutan. Diantaranya mendesak lembaga hukum segera menindak tegas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Ahok. Para buruh juga akan menyerukan penolakan terhadap penetapan upah minimum yang mengacu pada PP 78 tahun 2015. Terakhir, mereka juga menolak wacana asuransi pengangguran yang sedang digodok pemerintah.

"Kalau di negara Nordic (Eropa & Atlantik Utara), ini jadi dua hal yang terpisah aturannya. Tapi kalau disini, asuransi penganggurannya ini akan menyingkirkan pesangon. Kalau pesangon itu kan pengusaha membayar tiap-tiapnya delapan persen. Tapi kalau asuransi ini, cuma tiga persen. Lagi-lagi untung pengusaha. Ini kan menguntungkan pemilik modal lagi," kata Said Iqbal.

Said mengatakan KSPI akan segera mengirim surat pemberitahuan kepada kepolisian soal rencana aksi mogok pada 25 November. Ia mengklaim aksi akan digelar setidaknya di 20 provinsi.

Iqbal menginstruksikan para buruh untuk menghentikan aktivitas kerjanya pada hari Jumat 25 November mendatang. Menurut Said Iqbal, buruh-buruh di kawasan Jabodetabek akan ikut berkumpul di depan Istana Negara pada hari aksi nanti.

Untuk aksi kedua ini, KSPI meminta agar Presiden Joko Widodo serius  menanggapi aksi kedua nanti. Mereka menyesalkan cara Jokowi menanggapi aksi pertama Jumat(4/11) lalu.

Baca: Kumpulkan Ulama Menhan Bantah untuk Redam Aksi 25 November   

Kapolri Tito Karnavian sebelumnya mengatakan telah mendapat informasi adanya rencana aksi unjuk rasa lanjutan menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 25 November mendatang.

Kapolri mengatakan penyampaian pendapat sah-sah saja dilakukan sepanjang mematuhi aturan hukum yang ada.

"Tapi tolong kalau sudah massa terlalu besar itu seringkali out of control," kata Tito, di Universitas Trisakti, Sabtu (12/11/2016).

Meski begitu Mabes Polri belum mendapat laporan resmi dari pihak-pihak yang akan melakukan aksi pada 25 November.

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!