Ricuh Bandara Kertajati, Kepolisian Tangguhkan Penahanan Petani Majalengka

"Pihak kami selaku kuasa hukum dari para tersangka itu dinyatakan sanggup termasuk menghadirkan tiga tersangka pada waktu pemeriksaan,"

Kamis, 24 Nov 2016 18:12 WIB

Kepolisian menembakkan gas air mata saat membubarkan aksi penolakan petani Majalengka atas pengukuran lahan bagi bandara Kertapati. (Sumber: KPA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Kepolisian Jawa Barat menangguhan penahanan tiga warga Desa Sukamulya, Kertajati, Jawa Barat. Mereka   menjadi tersangka kisruh  proses pengukuran lahan untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka akhir pekan lalu. Mereka dibebaskan sore tadi setelah  pemberkasan rampung.

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Arip Yogiawan, penangguhan penahanan warga Desa Sukamulya itu dijamin oleh masing-masing istri, Konsorsium Pembaruan Agraria, Konsorsium Pergerakan Rakyat Indonesia dan Walhi Nasional.

"Tadi sempat disampaikan oleh penyidik beberapa hal terkait dengan kemungkinan akan ada pemeriksaan, kemungkinan akan ada pelimpahan ke kejaksaan dan lain sebagainya diminta untuk supaya kooperatif. Tadi pihak kami selaku kuasa hukum dari para tersangka itu dinyatakan sanggup termasuk menghadirkan tiga tersangka pada waktu pemeriksaan," ujar Arip Yogiawan di Kantor LBH, Jalan Sidomulyo, Bandung, Kamis (24/11).

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Arip Yogiawan mengatakan, ketiga warga Desa Sukamulya tersebut dianggap melanggar pasal 214 yaitu menghalang-halangi dan melawan petugas saat akan dilakukan proses pengukuran.

LBH Bandung mengatakan lamanya proses dikabulkannya penangguhan penahanan tiga  warga Desa Sukamulya disebabkan banyaknya berkas berita acara (BAP) yang harus disetujui dan ditandatangani di Kepolisian Jawa Barat. Selain itu kata Arip, Wakil Direktur Kriminal Umum sedang mengikuti telekonfrens masalah lain dengan Kapolri.

Sehari lalu penangguhan penahanan itu dilayangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung kepada Kepolisian Jawa Barat.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.