Puluhan Sekolah di Bandung Ikuti Workshop Bunyi

Ini merupakan program KPK dan lembaga kesenian lainnya.

Selasa, 29 Nov 2016 14:30 WIB

Ilustrasi (KBR)


KBR, Bandung- Sebanyak 20 sekolah di Kota Bandung tengah mengikuti workshop bunyi yang nantinya akan menjadi sumber suara dalam rangkaian kegiatan teater musikal tentang nilai kejujuran. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan berbagai komunitas seni dan budaya untuk memininalisir perilaku koruptif.

Menurut Admin Tim Musik dan Workshop Bunyi Jendela Ide, Tessa Vebista Basarah, hasil workshop bunyi ini akan dipadupadankan menjadi sebuah rangkaian suara secara utuh yang dikeluarkan secara natural oleh para pelajar.

"Kita akan olah kembali bebunyian yang kita hasilkan oleh tim musik, entah itu dipakai saat pameran atau teater musikal ini kan seperti contohnya ambience pagi hari, bagaimana sih kalau pagi hari mereka bisa secara spontan mengeluarkan suara beburungan atau misalkan suara angin, jadi kita punya bank suara yang lebih banyak," kata Tessa Vebista di SMP 2, Jalan Sumatera, Bandung, Selasa (29/11).

Tessa Vebista Basarah menambahkan, bebunyian natural nantinya digunakan dalam teater musikal tentang 10 integritas pada bulan Desember 2016.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP 2 Bandung, salah satu sekolah yang menjadi tempat pengumpulan suara oleh Jendela Ide, Rachmat Abdillah, menyatakan workshop bunyi ini dianggap baik sebagai medium pendidikan kejujuran.

"Para pelajar dapat mengapresiasikan dirinya tentang bunyi seperti apa adanya yang merupakan salah satu dari penunjang kejujuran itu," kata Rachmat.

Selain para pelajar, pihak lain yang terlibat dalam pengumpulan bebunyian tersebut adalah kepala sekolah, guru bersama panitia pengumpul bebunyian. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau