Polisi: Pelaku Bom Molotov Samarinda Bekas Napi Teroris

Pelaku merupakan anggota kelompok teror bom buku Puspitek yang dipimpin Pepi Fernando.

Minggu, 13 Nov 2016 16:35 WIB

Tim Gegana Brimob Polda Kaltim mengamankan benda diduga sisa bom di lokasi ledakan di depan Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia telah mengantongi identitas pelaku pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pelaku merupakan anggota kelompok teror bom buku Puspitek yang dipimpin Pepi Fernando. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Juru Bicara Polda Kaltim Fajar Setiawan mengatakan, pelaku pernah menjalani hukuman pidana 3,5 tahun pada 2012, dan mendapatkan remisi pada lebaran tahun 2014.

"Mantan kasus Bom Buku yang di Jakarta. Terus kemudian dia dapat vonis, 3 tahun 6 bulan, dapat remisi dari pemerintah. Kemudian tanggal 26 April 2014 dia dapat remisi keluar,"ujarnya.

Polisi juga menyesalkan kasus serupa terjadi kembali. Meski, setiap napi teroris dilakukan pemantaun.

"Kasus berat itu seharusnya tidak dapat remisi. Itu kan orang-orang nekat. Tapi kan polisi tidak bisa apa-apa. Kalau yang sudah ditangkap kita monitor aja. Ngga mungkin setiap hari," ungkapnya.

Baca: Ledakan Bom di Depan Gereja, Empat Anak Jadi Korban

Sebelumnya, seorang pria melemparkan bom ke arah Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, pagi tadi sekitar pukul 10.10 Wita. Saat itu para jemaat baru saja setelah melaksanakan ibadah dan keluar menuju area parkiran.

Akibat ledakan, empat anak-anak yang berusia di bawah lima tahun menjadi korban. Keempatnya saat ini dirawat di RSU Abdul Moeis Samarinda. 


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?