Polda Jabar Tak Keberatan Petani Majalengka Ajukan Praperadilan

Saat ini ketiga tersangka di tahan di Polda Jabar.

Senin, 21 Nov 2016 08:19 WIB

Polisi menembakkan gas air mata untuk mengusir petani. Foto: KPA

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Kepolisian Daerah Jawa Barat tidak mempersoalkan jika ada yang mengajukan gugatan praperadilan terhadap tiga petani Majalengka yang ditetapkan sebagai tersangka. Juru Bicara Polda Jawa Barat, Yusri Yunus mengatakan, tiga orang itu diancam hukuman di atas enam tahun penjara, karena dinilai menghalangi-halangi polisi dalam bertugas. Saat ini ketiga tersangka di tahan di Polda Jabar.

"Enam warga terperiksa di hari pertama itu, yang tiga tidak memenuhi unsur kita antar pulang, dan tiga lainnya memenuhi unsur. Ditahan sebagai tersangka. (Pasal berapa itu pa?) menghalang-halangi petugas daripada aparat negara, dengan mengakibatkan lukanya aparat tersebut,"ungkapnya kepada KBR, Minggu (20/11/2016).

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengklaim situasi di Desa Sukamulya sudah aman. Petugas patroli hanya berasal dari Polsek Kertajati dan Polres Majalengka saja. Tanah yang diukurpun adalah tanah warga yang sudah dijual ke pemerintah.

"Tinggal anggota Polsek dan Polres. Sudah kondusif. Karena yang diukur hanya lahan orang yang sudah membebaskan tanah ssaja,"ujarnya.

Terkait pengukuran tanah lanjutan, Yusri mengaku belum mendapatkan permintaan penjagaan dari Badan Pertanahan Nasional BPN.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) akan mengajukan praperadilan terhadap kriminalisasi tiga petani Desa Sukamulya. Menurut Syamsudin, bagian bantuan hukum KPA, berkas praperadilan tengah disiapkan bersama pendamping petani lainnya, yakni Lembaga Bantuan Hukum LBH Bandung dan Ashor. Pihaknya pun belum bisa memastikan kapan gugatan dilayangkan. Termasuk, apakah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Majalengka, atau ke Pengadilan Tinggi Bandung.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018