Pengungsi Telukjambe Barat Karawang, Jabar (Foto: KBR/Yudi R.)



KBR, Karawang- Petani Telukjambe Karawang menyatakan tidak puas setelah dipindahkan sementara ke Asrama Haji Al Jihad, Karawang, hari ini. Salah satu warga, Yamin,   ingin benar-benar pulang ke kampungnya, bukan di pengungsian.

Kata dia, di pengungsian, masa depan warga belum jelas.

"Ya gimana ya senang nggak senang," ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Senin (14/11).

"Karena kita masih belum ada kejelasan soal nasib kita yang selanjutnya. Karena masih dalam proses pertemuan-pertemuan lagi sama pengurus kita yang di Jakarta," terangnya lagi.

Yamin meminta masalah konflik lahan dengan PT Pertiwi Lestari bisa segera diselesaikan. Kata dia, yang paling terdampak adalah perempuan dan anak.

"Kasian ibu-ibu dan anak ini pada nggak sekolah," ujarnya.

Di asrama haji, warga dibagi dua. Lelaki dan remaja akan tidur di aula, sementara perempuan dan anak di kamar-kamar. Di aula, warga tidur beralaskan tikar. Belum nampak kasur dan kipas yang dijanjikan Pemda.

Jatah Hidup

Dinas Sosial Karawang menjamin kebutuhan logistik petani Telukjambe selama ditampung di Asrama Haji Al-Jihad Karawang. Kepala Dinsos Karawang Rokhuyun Santosa mengatakan  menyiapkan keperluan  tersebut untuk 10 hari.

Dinsos juga membagi giliran kerja dengan Kodim dan PMI setempat.

"Teknisnya 1 hari dari Kodim logistiknya, satu hari dari Dinas Sosial, terus ketiga dari TNI. Nanti (tiap-tiapnya) satu hari masak," terangnya kepada wartawan di lokasi, Senin (14/11/2016) malam.

"Jadi satu hari di-rolling terus di-rolling," jelasnya lagi.

Rokhuyun menambahkan, bantuan logistik ini akan diperpanjang jika Rusunawa Adiarsa Barat belum siap dalam 10 hari. Rusunawa tersebut akan jadi tempat tinggal sementara warga selama konflik tanah dengan PT Pertiwi Lestari diselesaikan.

Anak-anak yang mengungsi, tambah dia, akan dipindahkan ke sekolah terdekat tempat tinggal sementara. Pemda Karawang juga menjamin seluruh biaya kesehatan warganya jika ada yang sakit.

Hari ini, Pemda Karawang menjemput seratusan petani Karawang yang mengungsi ke Jakarta karena sengketa lahan. Pemda membawa warga dengan 4 bus.

Kepulangan ini disepakati dalam pertemuan Kamis (10/11/2016) lalu antara bupati Cellica Nurrachdiana, jajaran Muspida, perwakilan petani, juga lembaga pendamping Serikat Tani Nasional dan LBH Jakarta. 

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!