Kondisi air yang seharusnya ke bendungan Wanga di Bendung PT MSM (Foto: Heinrich Dengi/KBR)



KBR, Waingapu- PT Muria Sumba Manis (MSM) membantah telah memblokir air yang menyebabkan kekeringan di lahan sawah dan kebun warga Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur NTT. Sebelumnya warga memprotes perusahaan perkebunan tebu PT MSM karena dianggap sebagai penyebab sekitar 500 hektar sawah dan kebun warga kering selama dua tahun terakhir.

Juru bicara perusahaan Dodi Indarto mengatakan air yang ditampung perusahaanya di kolam dekat embung yang sedang dibangun di Wanga, bukanlah air yang menuju ke bendungan yang nantinya dialirkan ke sawah.

"Telinga saya juga sudah geli, orang-orang pada mempermasalahkan padahal kami belum operasional. Di atas belum operasional. Kalau tidak salah bulan Januari atau Februari saya sudah omong. Saya mau rekam karena ini akan diprotes kita. Ternyata betul," jelas Dodi Indarto, Kamis (10/11/2016).

Dodi mengklaim, telah mengajak pemda untuk mengecek langsung lokasi. "Suara-suara itu begitu derasnya, tangal 8 Agustus saya ajak orang pemda untuk kita cek di lokasi. Kita lihat di bendungan pertama kali; ini kosong, nggak ada air, ya sama-sama kita foto. Habis itu kita sama-sama cek lokasinya di hulu sungai ini. Jadi bendungan itu hulunya sungai pak, kita sama-sama cek di sana ternyata airnya besar sekali. Dan itu nggak nyampe di bendungan," tambahnya.

Dia menambahkan, air yang ditampung perusahaan, tidak mengalir ke arah bendungan Wanga. Dia memastikan, jika pun mengalir, maka air akan meresap di dalam bebatuan dan tak sampai ke bendungan Wanga.

Sementara, terkait kekeringan yang dialami warga Desa Wanga, Dodi memperkirakan itu merupakan fenomen umum yang dialami di berbagai tempat akibat El Nino dan bukan karena perusahaanya. Meski begitu, pihak perusahaan bakal membantu beban warga akibat kekeringan ini, lewat dana sosial perusahaan. Salah satu yang dikerjakan adalah membangun perpipaan sepanjang lebih dari 1 Km untuk membawa air bisa sampai ke selokan yang menuju ke sawah dan kebun masyarakat Desa Wanga.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!