Pengadilan Putus Bebas 2 Pengacara LBH

Mereka bersama 23 buruh lainnya, berdemo tolak PP 78 soal pengupahan pada Oktober tahun lalu

Selasa, 22 Nov 2016 15:00 WIB

Aksi buruh untuk mendukung pembebasan 26 aktivis buruh di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (22/11/2016). (Foto: Ade Irmansyah/KBR)

KBR, Jakarta- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus bebas dua orang pengacara publik LBH Jakarta dan satu mahasiswa yang ditangkap bersama 23 buruh lainnya. Saat itu mereka tengah berdemo menolak PP 78 tahun 2015 soal pengupahan, pada 30 Oktober 2015 lalu.

Ketiga terdakwa yang dibebaskan itu adalah Tigor Hutapea, Obed Sakti Dominika, dan Hasyim Ilyas Riciyat Nur.

Ketua Majelis Hakim, Sinung Hernawan mengatakan, ketiganya tidak terbukti melakukan perlawanan dan enggan membubarkan diri dalam aksi unjuk rasa tersebut. Selain itu kata dia, massa aksi tersebut justru melakukan aksi unjuk rasa dengan damai dan tertib serta tidak ada fasilitas umum yang rusak.

Kekisruhan kata dia justru terjadi saat aparat kepolisian menyiramkan air dari mobil water Canon dan melemparkan gas air mata ke tengah-tengah kerumunan aksi tersebut yang sebenarnya dalam proses membubarkan diri dari lokasi unjuk rasa.

Saat ini persidangan vonis untuk 23 orang buruh dalam kasus yang sama masih berlangsung.

Sedangkan di luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sekira ratusan buruh masih melakukan unjuk rasa dengan tertib. Mereka menuntut majelis hakim memvonis bebas 23 rekannya tanpa syarat apa pun.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.