Pencemaran Amoniak, Perusahaan Salah?

"Itu jelas-jelas gak boleh karena itu kan hari libur."

Rabu, 16 Nov 2016 19:25 WIB

Salah satu korban keracunan gas amoniak di Lhokseumawe (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lhokseumawe- Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara menyebut PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terancam dikenai sanksi Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara, Nuraina menyatakan, PIM dinilainya melanggar aturan tersebut dikarenakan melakukan pencemaran udara. Jika terbukti, dia tegaskan perusahaan tersebut bakal dikenai sanksi, mulai tahapan teguran, peringatan, sanksi administrasi dan pidana.

"Jadi, gak ada istilah tidak sengaja atau lalai, itu jelas-jelas gak boleh karena itu kan hari libur. Kenapa tak ditingkatkan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidupnya? Bertahun-tahun amoniak itu terus lepas ke udara di saat mendung atau hujan, nah ada apa ini?  Kelalaian kah? Atau disengaja? Kita dari Lingkungan Hidup kan gak sebodoh itu melakukan analisis," kata Nuraina menjawab KBR, Rabu (16/11).  

Sebelumnya 100-an warga Desa Tambon Baroh dan Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, keracunan akibat semburan gas amoniak PT PIM. Korban dirawat di Rumah Sakit PT Arun LNG setempat. Terkait hal itu, LSM lingkungan dari Walhi Aceh berencana menggugat perusahaan tersebut. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?