Pemerintah Bakal Turunkan Bunga KUR Tahun Depan

Pemerintah bakal menurunkan bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara 1 hingga 2 persen dari besaran yang berlaku tahun ini yakni 9 persen.

Sabtu, 26 Nov 2016 19:22 WIB

Ilustrasi: Industri UMKM. (Foto: Antara)


KBR, Bogor - Pemerintah berencana kembali menurunkan bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara 1 hingga 2 persen dari besaran yang berlaku tahun ini yakni 9 persen.

Sebab menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, pemerintah mengucurkan lebih besar anggaran untuk mensubsidi kredit di perbankan. Penurunan bunga KUR ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkan sektor usaha kecil.

"Mengenai bunga KUR, bunga lebih rendah tahun 2017 dibandingkan 2016. (Berapa?) Saya lupa. 2017, sepertinya 1 sampai 2 persen lebih kecil dari posisi 2016. Sekarang 9 persen, berarti pokoknya lebih kecil 1 sampai 2 persen. Itu stand-nya waktu kami menghitung APBN 2017," kata Askolani di Hotel Aston Sentul, Sabtu (26/11/16).

Askolani mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi bunga KUR sebesar Rp9,02 triliun. Subsidi itu akan diberikan untuk penyaluran sekitar Rp120 triliun kredit KUR melalui perbankan dan industri keuangan non-bank.

Baca: Realisasi KUR

Rinciannya, subsidi bunga KUR 2017 itu meliputi KUR mikro yang kurang dari Rp25 juta akan dialokasikan subsidi sebesar Rp6,857 triliun. Sedangkan untuk KUR ritel antara Rp25 juta hingga Rp500 juta dialokasikan subsidi sebesar Rp1,91 triliun. Sementara untuk KUR penempatan tenaga kerja Indonesia yang kurang dari Rp25 juta, dialokasikan subsidinya sebesar Rp257 miliar.

Tahun ini, pemerintah menurunkan bunga KUR dari yang sebelumnya 12 persen menjadi 9 persen. Dana KUR yang disalurkan pada 2016 mencapai Rp103.246 triliun, melalui 19 bank dan empat lembaga keuangan non-bank. Nilai ini melebihi target pemerintah, yakni Rp100 triliun. (ika)

Baca: 2016, KUR Turun Jadi 9 Persen

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan